by

BEKAS PENGACARA SETYA NOVANTO AKUI SIMPAN 36 SENPI DI RUMAHNYA

 

 

JAKARTA- Pengacara Fredrich Yunadi mengungkapkan alasan kepemilikan 36 senjata api yang disimpan di rumahnya.

 

Bekas pengacara Setya Novanto itu mengaku kerap mendapatkan ancaman atas profesinya dalam menangani perkara hukum.

 

Fredrich mengaku tak asing dengan senjata api. “Harus punya, untuk self-defense,” kata Fredrich, mengaku mulai berkenalan dengan senjata api sejak 30 tahun lalu, kepada Tempo seusai menjalani sidang di Pengadilan Tindak Pindana Korupsi, Jakarta, Jumat, (4/5/ 2018)

 

Fredrich mengaku dirinya sering mendapat ancaman dari orang-orang ketika sedang menangani perkara hukum.

 

Ia mengatakan, lawan-lawannya di persidangan, pernah mengancam dengan menodongkan senjata api atau senjata tajam.

 

“Saya pernah dikejar sekitar seratus orang. Pakai celurit saya mau dibacok,” kata Fredrich.

 

Di antara koleksi 36 buah senjata api yang ia miliki, Fredrich berujar pistol jenis Glock 43 adalah favoritnya. Glock 43 adalah senjata api jenis pistol 9 milimeter buatan Austria.

 

Fredrich mengklaim memiliki sertifikat dan izin untuk menggunakan senjata api.

 

Ia mengatakan mengurus izin kepemilikan senjata api pada 2004.

 

“Saya senjata semua izin lengkap. Saya pakai IKSA (Izin Kepemilikan Senjata Api),” kata dia.

 

Fredrich adalah terdakwa kasus merintangi penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Setya Novanto.

 

Ia diduga bersekongkol dengan Dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau Bimanesh Sutarjo untuk menghalangi penyidikan terhadap kliennya, Setya Novanto.

 

Fredrich mendekam sebagai terdakwa di rumah tahanan KPK dan tidak bisa lagi membawa senjata api ke mana-mana

 

Fredrich mengatakan dirinya pertama kali bertemu dengan Bimanesh pada 2004 di Rumah Sakit Polri Kramat Jati.

 

Ketika itu, ia menjalanipemeriksaan kesehatan untuk mengurus izin kepemilikan senjata api. Saat itu Bimanesh masih menjadi dokter di RS Polri Kramat Jati.

 

Kepemilikan senjata api Fredrich Yunadi diketahui publik saat tampil di kanal Youtube Catatan Najwa, pada 24 November 2017.

 

Saat itu Fredrich menyebut dirinya tidak segan-segan menembak orang yang mengancamnya.

 

“Saya di tengah jalan, saya tembak langsung orangnya. Saya enggak ragu-ragu kok. Saya kan punya izin,” kata dia saat itu.

 

(tc/rjp)

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed