by

POLDA KALBAR BERHENTIKAN 16 PERSONEL

dicopot

PONTIANAK detikperistiwa.com–– Kepolisian Daerah Kalimantan Barat melakukan pemberhentian tidak dengan hormat terhadap 16 anggota polisi dari berbagai satuan di Polres. Sanksi tegas ini diberikan lantaran personel telah melakukan sejumlah pelanggaran yang dianggap berat, seperti terlibat nartikoka, disersi, dan perselingkuhan.

Ada empat personel yang terlibat pelanggaran narkotika dari sejumlah satuan. Dua diantaranya, personel di Resnarkoba dan Sat Brimob Polda Kalbar. Sementara satunya, dari Polres Bengkayang. Sementara kasus jenis pelanggaran perselingkuhan, hanya satu personel yang diberhentikan, dari satuan Yanma Polda Kalbar.

Dari beberapa jenis pelanggaran, yang banyak mendominasi jenis pelanggaran disersi, yaitu pelanggaran disiplin meninggalkan tugas dan kewajiban. Pelanggaran ini terhitung ada 11 personel.

Selain memberhentikan personel yang melakukan pelanggaran kode etik kepolisian, Polda Kalbar juga memberikan reward kepada 25 personel di jajaran Polresta Pontianak, termasuk Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Iwan Imam Susilo.

Pemberian penghargaan berprestasi dalam melaksanakan tugas terhadap 25 personel ini, diantaranya keberhasilan dalam mengungkap kasus narkotika.

Kapolresta Pontianak Kombes Pol Iwan Imam Susilo mengaku bangga dengan apa yang sudah dicapai anak buahnya dalam mengemban tugas dan kewajiban dalam mengungkap peredaran kasus narkotika di Pontianak. Penghargaan ini kata dia, bentuk dari kerja keras dan ketekunan.

“Sebagai pimpinan, tentu saja ini suatu kebanggaan dan tentunya saya mempunyai kewajiban untuk memberikan support kepada anak buah bukan saja support yang saya berikan secara moril, tapi saya juga turun langsung ke lapangan bersama anak buah,” kata Iwan usai menerima penghargaan.

Kapolres menekankan terhadap seluruh anggota, jika Polresta Pontianak adalah barometer Polres yang ada di Kalbar. Hal ini kata Iwan bentuk kejahatan baik penyelundupan termasuk narkotika di Pontianak menjadi sentranya.

Menurut Iwan, pengungkapan kasus narkoba ibarat fenomena gunung es. Apa yang sudah terungkap ini, kata dia hanya ujungnya saja. “Sudah terdata kurang lebih 100 kilogram (narkoba). Kita semua tahu beting juga sentral peredaran narkotika yang ada di pontianak,” ungkapnya.

Polresta Pontianak juga akan memberikan penghargaan kepada Polsek Timur, yang beberapa waktu lalu berhasil mengungkap 1,7 kilogram narkotika. Disebutkan Iwan, ada beberapa kriteria penghargaan untuk personel. Penghargaan ini, tidak hanya untuk personel yang ada di lapangan, tapi juga anggota yang rajin dan dibagian administrasi juga bisa mendapatkan penghargaan.

Ada satu personel di satuan Polresta Pontianak yang melanggar kode etik, yaitu Disersi. Menanggapi ini, menegaskan akan memberikan hukuman terhadap anggota yang bermasalah. “Aturan sudah jelas, ada sanksi berat terhadap anggota yang bermasalah apalagi terlibat narkoba dan tidak melakukan tugas dengan baik,” tegasnya. (ppc/gus)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed