Semarak HUT RI ke 73 di Desa Tertinggal Musi Rawas

 

 

 

MUSI RAWAS- Merayakan Hari Kemerdekan  Republik Indonesia ke 73 merupakan hak seluruh Rakyat Indonesia. Meski jauh dari hiruk pikuk perayaan yang super wah di Perkotaan tidak membuat pelajar dan masyarakat desa perbatasan di Kabupaten Musi Rawas berdiam diri.

 

Inilah Desa Kembang Tanjung yang berada di wilayah perbatasan Kabupaten Musi Rawas dan Kabupaten Empat Lawang yang masuk dalam wilayah Admistratif Kecamatan BTS Ulu yang berststus sebagai daerah tertinggal.

 

Desa yang selama 73 tahun Indonesia merdeka belum dialiri listrik dan belum ada jaringan telepon ini tetap bersemangat memperingati hari kemerdekaan republik indonesia yang ke 73.

 

Beragam kegiatan telah dilaksanakan di desa ini seperti perombaan seperti volli, bulu tangkis, tenis meja, panjat pinang, menangkap bebek, lari kelereng dan masih banyak lagi.

 

Puncak dari rangkaian kegiatan HUT RI ke 73 ini yakni bertempat di Halaman SDN Kembang Tanjung dilaksanakan upacara bendera dan pembacaan proklamasi Kepala desa Lukman Nawi yang juga bertindak sebagai Inspektur Upacara yang dihadiri tak kurang dari 200 warga dan 65 pelajar SDN Desa Kembang Tanjung.

 

Pasukan pengibar bendera bak Paskibraka Profesional dengan gagah dan mantab membawakan bendera dan mengibarkannya tampak tersenyum dan bahagia setelah sukses menaikan sang saka merah putih hingga kepuncak tiang bendera dengan mengikuti formasi pasukan delapan ala istana negara

Keberhasilan Paskibraka SDN Kembang Tanjung ini dilatih oleh Donal Iskandar yang merupaka guru honorer yang telah mengabdi lebih dari 10 tahun, Alumni paskibraka Kabupaten Musi Rawas, Rizal dan pengajar muda Muhammad Ikbal dari Program Indonesia Mengajar.

 

Delapan anak terpilih menjadi pasukan delapan ala istana Negara yaitu imel vanesa, juli bayu permana, denis, nerlis aprilia, andini priani, hongki, cander pratama, dan sanjay. Ke delapan anak ini juga menggunakan kostum putih-putih ala paskibraka lengkap.

 

Selain pasukan pengibar bendera, ada pula kelompok paduan suara yang teridiri dari 20 anak kelas 3-5. Pembaca UUD, Pemimpin Upacara, Pembawa Pancasila dan pembawa teks proklasmasi juga merupakan siswa SDN Kembang Tanjung.

 

Meski tanpa listrik, warga desa kembang taniung tetap merasakan kemerdekaan Indonesia dan berharap tahun ini desa dialiri listrik.

 

(Andika Saputra)

 

No Response

Leave a reply "Semarak HUT RI ke 73 di Desa Tertinggal Musi Rawas"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.