Kasi Intel Kejari Gunungsitoli Emosi dan Tunjuk Muka Wartawan

 

 

NIAS UTARA – Mantan Kepala Desa Sitolubanua Kecamatan Lahewa Kabupaten Nias Utara, Fona’ato Zalukhu mengaku terganggu atas kedatangan dua orang yang mengaku intel dari Kejaksaan Negeri Gunungsitoli. Kedatangan kedua oknum jaksa ini untuk meminta dokumen dana desa saat Fona’ato menjabat kades Sitolubanua beberapa waktu lalu.

 

 

 

Kepada wartawan di kediamannya pada hari Sabtu (15/9) mantan kades ini menuturkan, yakni pada hari Kamis (13/9) kedua oknum jaksa ini mendatangi rumahnya, dua kali pada hari yang sama, dengan alasan menjemput dokumen dana desa.

 

 

 

“Pertama mereka datang sekira pukul 16.00 Wib kebetulan saya tidak dirumah, dan mereka titip pesan sama anak saya, agar saya mengantar dokumen dana desa ke kantor kejaksaan, kemudian pada malam harinya sekira pukul 20.00 Wib mereka datang lagi”,Tutur Fona’atulo.

 

 

 

Kedatangan kedua kali oknum jaksa ini membuat Fona’ato curiga, karena saat ditanya surat tugas, keduanya tidak bisa menunjukan.

 

 

 

“saya curiga kedatangan mereka tidak resmi, karena sewaktu saya tanya surat tugas juga tidak punya, lagian apa mungkin jaksa mendatangi rumah warga pada malam hari hanya untuk menjemput dokumen”,Kata Fona’ato heran.

 

 

 

Fona’ato membeberkan, oknum yang mengaku anggota Intel dari Kejaksaan Negeri Gunungsitoli ini mengaku bernama Hendra Prajara Arifin, SH dan Seniman Harefa, SH memerintahkan secara lisan kepada mantan kades ini untuk datang ke kantor Kejaksaan Negeri Gunungsitoli dan menyerahkan laporan dana desa.

 

 

 

“Meskipun mereka tidak bisa menunjukan surat tugas, namun untuk menghargai saya jelaskan perihal laporan dana desa itu, telah saya serahkan kepada Inspektorat Kabupaten Nias Utara, dan saya sarankan untuk mengambil dokumen tersebut melalui Inspektorat”,Terangnya.

 

 

 

Zalukhu yang sudah tidak menjabat sebagai kepala desa ini berharap pihak terkait terutama atasan para oknum tersebut memberikan teguran sesuai peraturan yang berlaku.

 

 

 

“Saya sangat terganggu atas sikap mereka, saya berharap pimpinan mereka dapat memberikan tindakan sesuai aturan atas sikap para oknum tersebut,” ucap Zalukhu.

 

 

 

Sementara itu, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Gunungsitoli Hendra Praja Arifin, SH saat dikonfirmasi wartawan Media Online Corong Nias.Com Helpianus Gea diruang kerjanya Senin (17/9), malah emosi serta mengeluarkan kata-kata bernada ancaman.

 

 

 

“Dia tidak terima dikonfirmasi, dia malah nunjuk-nunjuk muka saya dan mengancam saya dilaporkan ke dewan pers, dia juga mengusir saya keluar dari ruang kerjanya, apakah ini etika seorang Kasi Intel”, Kata Helpi kepada wartawan di kantor Kejaksaan Negeri Gunungsitoli, (Senin, 17/9).

 

 

 

Terkait persoalan ini pihak Kejaksaan Negeri Gunungsitoli menggelar pertemuan dengan para wartawan dan LSM yang berdatangan di kantor Kejaksaan Negeri Gunungsitoli (Senin, 17/9), untuk melakukan klarifikasi. Pertemuan yang dihadiri : Kasi Pidum Fatizaro Zai, Kasi Pidsus Yus Iman Harefa, Kasi Datun Rachmattullah dan Kasi Intel Hendra Praja Arifin membenarkan kalau kedua oknum Jaksa yang datang ke rumah Fona’ato Zalukhu adalah Jaksa di Kejaksaan Negeri Gunungsitoli yang bertugas di bagian intelejen, namun atas sepetahuan Kajari Gunungsitoli.

 

 

 

“Sebenarnya mereka datang kesana sore hari, namun karena mantan kades ini tidak berada di rumah, sehingga mereka menunggu sampai malam, dan ini diketahui oleh pimpinan kami, mereka punya surat tugas”,Kata Kasi Kejaksaan Negeri Gunungsitoli Pidum Fatizaro Zai, yang memandu pertemuan ini.

 

 

 

Fatizaro Zai berharap kepada wartawan agar setiap pemberitaan menyangkut kejaksaan dikonfirmasi dulu, sehingga berimbang, dia juga berharap agar persoalan Kasi Intel menunjuk-nunjuk muka wartawan saat konfirmasi untuk tidak diperpanjang.

 

 

 

“Kita ini kan mitra, ini hanya kesalah fahaman saja, kedepan kita akan perbaiki, kami juga berharap kepada teman-teman agar terlebih dahulu melakukan konfirmasi terlebih dahulu pemberitaan tayang”,Kata Fatizaro.

 

 

 

Ditempat yang sama Kasi Intel Kejaksaan Negeri Gunungsitoli Hendra Praja Arifin, SH mengaku sangat lelah karena banyak tugas, dan kedatangannya ke rumah mantan kades bukan mencari uang haram melainkan karena tugas.

 

“Saya tidak makan uang haram, gaji saya sudah cukup, dan kedatangan saya kesana karena tugas”,katanya.

 

Sementara itu Helpianus Gea kepada wartawan usai pertemuan mengaku kecewa atas jawaban Kasi Intel yang tidak mengakui telah menunjuk-nunjuk mukanya serta mengancam. “Pertemuan ini jelas saya kecewa, saya minta Aswas Kejatisu untuk memberikan teguran kepada Kasi Intel tersebut, karena menurut saya tindakan Kasi Intel itu adalah bentuk intimidasi terhadap jurnalis,” kata Helpi.

(Ar)

No Response

Leave a reply "Kasi Intel Kejari Gunungsitoli Emosi dan Tunjuk Muka Wartawan"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.