by

BENDERA RRC DI MALUKU DITURUNKAN

rrc

MALUKU detikperistiwa.com–-TNI Angkatan Laut sedang mengumpulkan informasi tentang insiden penurunan bendera RRC oleh seorang marinir TNI AL berpangkat sersan dan seorang mayor dari Korem 152 Babullah, Maluku Utara di dermaga pelabuan Haul Sagu, Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara, yang terjadi kemarin.

“Setelah kami yakin akan kami kabarkan ke rekan-rekan wartawan. Agar tidak bias,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI-AL, Kolonel Gug Jonias Mozes Sipasulta, Sabtu (26/11)

Dia meminta untuk memahami, hubungan Indonesia dengan pemerintah RRC saat ini sedang kurang baik. “Jam 16.00 hari ini, saya upayakan menyampaikan informasi peristiwa penurunan bendera RRCdi Obi,” kata Jonias.

Pesan berantai yang tersebar di kalangan wartawan hari ini menyebutkan, insiden penurunan bendera RRC terjadi pada Jumat, 25 November 2016, pukul 09.10 WIT disela-sela peresmian proyek pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral (smelther) PT Wanatiara Persada yang akan disaksikan oleh rombongan gubernur dan perwakilan Forkopimda Maluku Utara.

Disebutkan dalam pesan berantai, rombongan tiba di pelabuhan Obi dengan menumpang KM Sumber Raya 04 pada pukul 08.30, dan sebelum kapal merapat, ada informasi tentang pengibaran bendera RRC yang posisinya sejajar dengan bendera Indonesia dan ukuranya lebih besar daripada ukuran bendera Indonesia.

Sebelum rombongan tiba, sudah terjadi insiden dan ketegangan di areal perusahaan, saat wartawan berusaha menurunkan bendera RRC.  Mereka dicegah oleh karyawan berkerwaganeraan RRC dan Kapolres Halmahera Selatan, dengan maksud agar bendera itu diturunkan sendiri oleh orang-orang RRC.

Pada saat bersamaan komandan keamaan perusahaan menerima laporan, bahwa di lokasi acara peresemian proyek, juga berkibar bendera RRC  tapi bendera itu diturunkan oleh petugas keamanan perusahaan.

Pada pukul 09.00, Perwira Seksi Intelijen Pangkalan Angkatan Laut Ternate, Mayor  Harwoko Aji menerima informasi satu bendera RRC yang berkibar di dermaga belum diturunkan.

Dia kemudian memerintahkan Sersan Satu Marinir, Agung Priyantoro untuk menuju ke dermaga pelabuhan dan diperintahkan menurunkan bendera RRC.

Agung dan Kepala Seksi Intelijen Korem 152 Babullah, Arm Suyikno, menurunkan bendera RRC itu.

Penurunan bendera RRC di Pulau Obi dilakukan karena menyalahi aturan UU No. 41 tahun 1958 tentang Lambang Negara, dikibarkan sejajar dengan bendera kebangsaan Indonesia, ukuran bendera RRC lebih besar dibandingkan dengan bendera Merah Putih, dikibarkan di tempat umum. (rnc/m/nn)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed