by

PANTAU PENYELESAIAN KASUS HAM ACEH

keluarga-dan-korban-kasus-kasus-ham-masa-lalu

JENEWA   detikperistiwa.com–– Aceh-Sumatra National Liberation Front (ASNLF) menyerukan masyarakat internasional, khususnya Uni Eropa dan PBB, agar dapat memantau secara langsung situasi Aceh, terutama penyelesaian pelanggaran HAM masa lalu di Aceh, yang terjadi selama 30 tahun berkonflik.

Pernyataan itu disampaikan oleh Asnawi Ali, yang mewakili ASNLF dalam pertemuan Forum On Minority Issues, Sabtu (25/11) di Palais des Nations Jenewa, Swis. Menurutnya, mulai tahun 1976-2005 Aceh berada dalam situasi konflik, sehingga mengakibatkan jatuhnya ribuan korban dan pelanggaran HAM.

Ia merincikan pelanggaran yang terjadi mulai dari pembunuhan, penyiksaan, penghilangan orang dengan cara paksa, dan penahanan dengan sewenang-wenang. Asnawi mengatakan, walau usia perdamaian Aceh sudah mencapai 11 tahun, namun hingga kini rakyat Aceh masih tetap berjuang demi perubahan sipil yang mendasar seperti hak politik, ekonomi, sosial dan budaya.

Sementara Wakil Tetap RI yang diwakili oleh Sekretaris II Duta Besar RI di Jenewa, Sondang Anggraini membantah adanya kekebalan hukum, sebab Indonesia memiliki kebijakan dalam supremasi hukum. Menurutnya Indonesia sangat menghormati HAM dan kebebasan berekpresi yang sudah tercantum dalam konstitusi negara.

Forum on Minority Issues merupakan pertemuan yang membahas tentang orang yang bermasalah dengan nasional, etnis, agama dan bahasa, sebagai kaum minoritas. Para peserta akan berdialog hingga mengikat kerjasama dalam mengatasi masalah tersebut.

Forum ini akan berusaha untuk memberikan hasil yang konkret dan nyata dalam bentuk rekomendasi kepada semua pemegang kepentingan. Bahkan ketetapan dan rekomendasi dari pertemuan itu juga akan berpeluang dibentuk menjadi sebuah badan.

Pertemuan itu dihadiri oleh perwakilan negara, badan atau agensi khusus, pemberi dana atau program, organisasi antarpemerintah, organisasi regional, aktivis HAM, akademisi, dan ahli masalah kaum minoritas.(sic/mun/MA)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed