by

PEMKOT TANGERANG MULAI LAKUKAN PENATAAN PASAR DI 104 TITIK

ikm

TANGERANG detikperistiwa.com–Dalam melakukan penertiban dan penataan Pedagang kaki lima (PKL) serta medekatkan pelayanan terhadap masyaratkatnya, Pemda Kota Tangerang telah melakukan berbagai upaya. Salah satunya melalui rencana pembangunan pasar di 104 titik yang tersebar di 13 kecamatan  di kota yang bermotto Ahlakul Kharimah tersebut.

Pembangunan pasar lingkungan yang tersebar di setiap kelurahan itu,
kini telah dimulai dari empat Kecamatan, yaitu Kecamatan Larangan, Ciledug, Karang Tengah dan Kecamatan Pinang. ” Dari 13 Kecamatan yang ada di Kota Tangerang,  penataan pasar tu sudah kami mulai di empat Kecamatan, lainnya menyusul secara bertahab,”‘ kata Achmad Suhaely, Kepala Bidang Perdagangan di Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Tangerang.

Program itu dilgulirkan, kata Ahmad Suhaely, selain untuk melakukan penataan dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, juga  untuk pemberdayaan PKL, agar  tidak  berdagang di sembarang tempat.  “Jika penataan ini sudah terealisasi di seluruh wilayah, tentunya PKL tidak lagi menggangu ketertiban umum, seperti yang telah ditentukan di Peraturan Daerah (Perda) No 1 tahun 2015,” kata dia.

Dan  untuk mensosialisasi Perda tersebut, kata Suhaely, pihaknya telah mengumpulkan para PKL di masing- masing kecamatan. Agar tidak lagi berdagang di sembarang tempat. ” Kami jelaskan kepada mereka bahwa di dalam ketentuan itu ada  tiga zona PKL, yaitu Zona Merah, Kuning dan hijau,” kata dia.

Untuk zona merah, tambahnya, adalah daerah yang dilarang untuk berdagang, seperti  di sekitar tempat peribadatan, rumah sakit, komplek militer, jalan nasional, provinsi dan lainnya. Sedangkan Zona Kuning,  boleh berdagang dalam waktu tertentu, seperti  ada kegiatan  Car Free Day atau Culinary Night Festival. Dan Zona Hijau, adalah daerah yang diperbolehkan untuk berdagang, sesuai hasil dari relokasi, revitalisasi pasar, konsep sentra PKL, festival dan pujasera.

Namun demikian, kata dia, untuk bisa berdagang disana,  para PKL harus mengantongi Tanda Daftar Usaha (TDU) yang diterbitkan oleh Pemkot Tangerang, tampa  dipungut biaya.  Dan Kartu itu sendiri bisa diperpanjang setiap tahun ” Kami harap PKL yang saat ini berjualan di trotoar, bisa  menempati ruang yang sudah ditentukan. Tujuannya tidak lain untuk menjaga ketertiban dan memberi kenyamanan kepada para kosumenya,” kata dia. (Adv)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed