by

POLISI PERIKSA SAKSI PENURUNAN BENDERA RRC

bendera

MALUKU detikperistiwa.com– Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Maluku Utara, telah memeriksa lima saksi terkait insiden pengibaran bendera RRCdi Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Jumat pekan lalu.

Mereka yang diperiksa adalah  pihak PT Wanatiara Persada, Intel TNI-AL, dan juga anggota kepolisian setempat.

Direktur Reskrimum Polda Malut, Kombes Dian Hariyanto mengatakan, belum melakukan pemeriksaan terhadap gubernur Maluku Utara dan bupati Halmahera Selatan yang juga hadir dalam peresmuan proyek PT Wanatiara, karena menunggu koordinas.

“Nanti saya lihat dari kapolres. Setelah dikirim ke sini, kami melaksanakan pemeriksaan lanjutan,” kata Dian, Senin seperti dikutip

Sementara itu, Kapolda Maluku Utara, Brigjen Tugas Dwi Apriyanto menegaskan, Negara Kestuan Republik Indonesia jangan dijadikan sebagai negara yang serba boleh.

Tugas menegaskan hal itu berkait dengan peristiwa berkibarnya bendera RRC di Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan oleh PT Wanatiara Persada, Jumat silam.

“Negara kita jangan dijadikan negara serba boleh. Boleh orang berinvestasi di kita, tetapi dia harus menghormati norma-norma kita. Jangan injak-injak harkat dan martabat, kalau sudah dibilang jangan ya jangan,” tegas Tugas, Senin.

Dia juga membatah kalau insiden tersebut melibatkan Kapolres Halmahera Selatan, AKBP Z Agus Binarto yang disebut turut memberi izin pengibaran bendera asing tersebut. “Pemberitaan itu salah. Kapolres malah yang berusaha menurunkan supaya gak ada bentrok,” ujarnya. (rnc/kln)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed