by

RINTIHAN PAHIT-GETIRNYA EKONOMI IBU NISMAR DALIUS KELUARGA MISKIN DI TENGAH PAMER PROGRAM PEMERINTAH PRO RAKYAT

KAMPAR detikperistiwa. com Ibu Nismar Dalius (55) Warga RT/RW 003/001, Dusun II Simpang Pulai, Desa Baru, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar mengaku dari keluarga kurang mampu, namun dirinya mengakui, malah didzholimi aparat setempat.

Nismar Dalius, mengakui suaminya sudah lama tidak bisa bekerja, karena mengalami penyakit Hernia, belum sembuh hingga kini.

Namun, ketika dirinya berkesempatan berjualan lontong untuk kebutuhan keluarganya, malah pemerintah desa menyebutkan, kalau usahanya tersebut menganggu masyarakat.

Kini dirinya menjadi tulang punggung bagi keluarga, maka satu-satunya untuk mencari kebutuhan hidupnya dan anak-anak yang bersekolah hanya dengan sebidang kolam saja.

Kemudian untuk berobat suaminya, saja dirinya kini sama sekali tidak ada, sebab dulunya dia punya kartu Jamkesmas, tapi kini tidak berlaku lagi.

Dirinya, berharap pada pihak pemerintah agar memberikan cara baginya untuk menyambung kesinambungan hidupnya, untuk anak-anaknya yang bersekolah dan biaya berobat suaminya.

Bahkan, Ibuk Nismar Dalius pernah menjadi pembantu Posyandu Sakinah Siak Hulu Kabupaten Kampar-Riau, selama 20 tahun lebih mengabdi, tapi entah apa persoalannya, Pemerintah Desa Baru, Kecamatan Siak Hulu, malah memecatnya.

Awalnya Posyandu Sakinah belum banyak dikunjungi masyarakat. “Kini posyandu tersebut sudah ternama dan banyak dikunjungi masyarakat,” ujar Nismar Dalius.

Nismar Dalius sempat berupaya dengan menyampaikan keluh-kesahnya kepada Pemerintah Desa Baru Siak Hulu, namun yang didapatkannya malah kenak pecat.

Nismar Dalius meminta kepada Pemerintah Kampar agar nasibnya bisa diperhatikan, melihat jerih payahnya selama 20 tahun di Posyandu Sakinah Desa Baru Siak Hulu

Bahkan, Nismar Dalius sudah ber ulang-ulang kali menyampaikan keluh-kesahnya itu kepada bidan, puskesmas dan Pemkab Kampar, supaya ada solusi baginya, tapi tetap nihil.

Nismar Dalius menilai Kades Baru, juga pihak Puskesmas perlu memberikan perhatian padanya, dia mengaku memang pernah menerima bantuan dari pemerintah, berupa bibit Durian Montong, tapi bantuan yang lain gak ada lagi.”(Johannes Telembuana)”,

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed