by

AKSES JALAN BARILAS JAE SIMPANG KUAYAN MEMPERHATINKAN

jalaq

PASAMAN,detikperistiwa.comSimpang Kuayan merupakan salah satu Kampung dari 26 Kampung di Nagari Simpang Tonang Kabupaten Pasaman, tepatnya di Jorong Perdamayan sekitar 7 KM dari Barilas Jae.

Penduduk Nagari yang terisolir tersebut, sekitar 150 Kepala Keluarga (KK), selain dari penerangan listrik belum ada, jalanpun sudah tidak lagi seperti jalan menuju perkampungan atau desa.

Apalagi, dimusim hujan seperti ini kiri kanan jalan longsor dan badan jalanpun sudah seperti kubangan kerbau.

Nopri Alek Kepala SD 29 Simpang Kuayan ini menuturkan, seharusnya para mazlis guru sudah hadir pukul 08.00 Wib setiap harinya untuk mengajar, namun faktanya, lantaran akses jalan yang sama sekali tidak mendukung terpaksa jam belajarpun kadang tertunda.

“Besar harapan kami kepada Pemkab Pasaman agar kiranya dapat menjadikan pembangunan jalan Simpang Kuayan ini sebagai perioritas demi lancarnya pendidikan di daerah terisolir ini,” ucapnya penuh harap.

Begitu juga yang dikatakan Kepala Kampung Simpang Kuayan kepada wartawan,salah satu penunjang pendapataj warga masyarakat yaitu jalan adalah salah satu menjadi penentu dalam memajukan perekonomian didaerah ini.

Hal senada juga diutarakan Aspon salah seorang guru di sekolah ini juga menambahkan, setiap berangkat sekolah kita selalu dihadang oleh beceknya jalan, bahkan lima kali sehari terjatuh darikendaraan,itu sudah menjadi langganan.

Wali Nagari Simpang Tonang Gusra Wardi ikut berharap kepada Pemda Pasaman , memang seharusnya pembangunan jalan ini kita utamakan. ” Karena keluhan warganya setiap saat selalu dan selalu mempertanyakan tentang pembngunan jalan ini, kepada kepala daerah Kabupaten Pasaman,kita sama-sama berharap , kiranya jalan menuju Simpang Kuayan ini dapat diperioritaskan demi kesejahteraan warga masyarakat Pasaman khususnya warga Kampung Kuayan,” harap wali

Peldi salah seorang pemuda dan anak Nagari Kecamatan Dua Koto yang enerjik dan yang selalu ikut perhatian mengenai kampung halamanya ini mengatakan, semenjak Negara Indonesia merdeka kampung Simpang Kuayan ini belum pernah merasakan yang namanya lampu penerangan di tambah lagi dengan adanya jalan yang rusak berat seperti bentangan sawah.

“Saya juga berharap kepada Pemerintah Pasaman agar pembangunan didaerah Simpang kuayan ini bisa diperioritaskan untuk kedepannya.” Ucap pemuda beranak satu ini. (Pel/Icuk Rz).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed