by

IPW: KAPOLRES ROHUL HARUS DIEVALUSAI

neta-s-pane

JAKARTA, detikperistiwa.com-bentrokan warga Desa Rambah Tengah Hulu (RTH), Kacematan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), dengan aparat Kepolisian, Rabu (7/12) sore,  Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, meminta Kapolres Rohul AKBP Yusuf Rahmanto supaya bertanggungjawab atas kinerja anak buahnya yang dinilai ceroboh.

“ Kejadian seperti di Rohul ini seharusnya tidak perlu terjadi, jika aparat kepolisian tidak mengedepankan sikap arogan. Kejadian ini sangat disayangkan,” terang Neta S Pane, Kamis (8/12).

Lanjutnya, dari peristiwa ini terlihat dalam melakukan penangkapan aparat kepolisian tidak melaksanakan tugasnya sesuai Standart Operasional Prosedur (SOP) dan sangat tidak profesional.

Tentu, sambung Neta, Kapolresnya harus bertanggungjawab kenapa anak buah bisa seceroboh ini. Kasuss ini menunjukkan bahwa kapolresnya belum siap menjadi pimpinan.

“Untuk itu harus segera dievaluasi. Sehingga ke depan dalam melakukan tugas-tugas kepolisian jajaran Polres Rohul bisa bersikap profesional dan mengikuti SOP dan tidak mengedepankan arogansi,” tegasnya dan jika tidak aparat kepolisian akan terus benturan dengan massa meskipun polisi hendak menangkap pelaku kejahatan.

Informasi yang berhasil dihimpun di Tempat kejadian Peristiwa (TKP), kejadian itu berawal adanya kegiatan open tornamen bola kaki di Dusun Pawan Hilir, Desa RTH, Kecamatan Rambah, waktu itu partai final antara Dusun Pawan Hulu dengan Dusun Pawan Hilir.

Sehingga saat itu penonton hampir mencapai ribuan orang yang berdatangan dari berbagai desa di Kecamatan Rambah, karena saat itu juga hadir Camat Rambah Ari Gunadi, tepat dibabak kedua sekitar 15 menit jelang pertandingan usai, polisi langsung melakukan penangkapan terhadap salah satu pemain yang diuga ikut bertanding termasuk Daftar Pencarian (DPO) dalam pelaku kejahatan pembunuhan beberapa waktu lalu.

Tidak saja polisi juga sempat memborgol pelaku tersebut, namun babak final dalam open tournamen tersebut tengah memanas, sehingga kegiatan bola kaki  terhenti, maka imbasnya polisi diserang warga saat itu. (ep)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed