by

PEMKOT TANGERANG TINGKATKAN PELAYANAN KEBERSIHAN

walikota-t

TANGERANG detikperistiwa.com–Untuk meningkatkan pelayanan publik dalam hal kebersihan dilingkungannya, pemda KotaTangerang melalui Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Tangerang, menyiapkan aplikasi Ojek Online yang diberi nama Sistem Jemput Sampah (Sijesam). Tujuannya tidak lain untuk menjemput sampah yang tidak terangkut di pemukiman.

Menurut Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Tangerang,  Ivan Yudianto, aplikasi Sijesam itu akan dilaksanakan atau direalisasikan pada tahun 2017 nanti. Dengan sistem kerja masyarakat bisa lansung melaporkan kewat apkikasi iti bila melihat tumpukan sampah di wikayahnya yang tidak terangkut

Sehingga petugas Dinas Kebersihan dan Pertamanan yang mendapat laporan itu  bisa langsung menindak lanjuti dengan cara mengirim petugasnya ke lokasi tumpukan sampah untuk mengangkut. “Program ini sama dengan  aplikasi ojek online. Jika ojek online menjemput penumpang, Sijesam untuk menjemput sampah yang tidakk terangkut,” kata Ivan.

Aplikasi jemput sampah itu, kata dia,  merupakan ide dari Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah yang menginginkan adanya sistem penanganan sampah secara cepat melalui laporan masyarakat. Hal itu dilakukan, lantaran adanya keluhan masyarakat yang melihat sampah dilingkunganya  belum terangkut.

” Berdsarkansetelah Perwal No 12/2016, tentang pelimpahan, Walikota bekewenangan melimpahkan tanggung jawab pengangkutan sampah ini ke kelurahan. Dan pengawasannya dilakukan pihak Kecanatan,” kata Ivan.

Dengan begitu, kata Ivan, pihaknya berinovasi dan melakukan terobosan guna mengatasi masalah sampah yang menjadi pekerjaan rumah setiap kabupaten/kota di Indonesia. “Ini pun bagian dari percepatan pelayanan melalui teknologi informasi,” kata dia.

Lebih jauh Ivan menjelaskan, sebelumnya, pihaknya juga telah memiliki aplikasi kebersihan sebagai upaya pengelolaan sampah secara terpadu. Yaitu dengan  sistem online, seperti sistem  Informasi Tenaga Harian Lepas (SITHL), Sistem Informasi Lacak (Silacak), Sistem Informasi Timbang (Sitimbang).

Kemudian Sistem Informasi Taman Tematik (Sitante), Sistem Pengelolaan tugas dalam pemeliharaan Taman (E-Man) dan aplikasi pengingat daftar aktifitas bagi petugas dan pengawas (E-Ling).

Kepala Bidang Kebersihan DKP Buceu Gartina menambahkan, upaya penanganan sampah di wilayah yakni dengan mengoptimalkan beberapa komunitas penggerak sampah yang memiliki sati visi dan misi.

Sehingga, sampah bisa berkurang dari sumbernya karena bisa diolah secara langsung dan menjadi barang berguna dan bernilai.

“Pembinaan komunitas peduli sampah yang terus dilakukan hingga kini dan difasilitasi alat, adalah upaya mengurangi sampah dari sumbernya sehingga tak semua diangkut dan dibuang ke TPA Rawakucing,” katanya.

Terkait pelimpahan kewenangan dan membantu kemudahan pengangkutan sampah, Pemkot telah memberikan sarana berupa 104 unit bentor dan truk sampah. Tak hanya itu saja, dilimpahkan juga supir truk, 117 joki bentor, 456 kernet truk dan 15 tenaga pengawas kelurahan. (Adv)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed