by

PENDAPATAN PAJAK PBB DAN BPHTP KOTA TANGERANG PENUHI TARGET

wawan-hermawan-420x280

TANGERANG detikperistiwa.com–-Kesadaran masyarakat untuk memenuhi kewajibannya dipastikan akan meningkat, apabila proses untuk mengeluarkan kewajiban tersebut tidak berbelit-belit dan jauh dari tempat tinggal atau aktifitas mereka.

Seperti yang dilakukan Pemda Kota Tangerang melalui Dinas Pelayanan Pajak Bumi Bangunan (PBB) dan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)-nya. Dua tahun terakhir ini PBB yang diperoleh Dinas tersebut memenuhi target yaitu Rp 287 milyar untuj tahun 2015 dan Rp 341 untuk tahun 2016.

Sedangkan pada tahun sebelumnya (2014), dari Rp 290 milyar yang ditargetkan hanya terealisai Rp 257 milyar. Begitupula dengan tahun 2013, dari Rp 218 milyar, terealisasi Rp 190 milyar. ” Alhandulillah dua tahun terkahir ini perolehan pajak dari sektor PBB memenuhi target,” kata Kepala Dinas Pelayanan Pajak Bumi Bangunan (PBB) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) Kota Tangerang, Herman Suwarman

Terealisasinya target dari sektor PBB itu di peroleh, Kata Suherman, setelah pihaknya memformulasikan pelayanan yang efisien, yaitu mendekatkan pelayanan tersebut kepada masyarakat. Dengan cara membuka loket di kekurahan-kelurahan dan kecamatan.

Selain itu juga di perumahan-perumahan yang lokasinya jauh dari kantor kelurahan, kecamatan dan Pemda Kota Tangerang, seperti di Perumahan Puri Beta (Ciledug), Grand Duta (Priuk), Bandara Mas (Neglasari) dan Perumahan Green Garden (Benda).

” Jadi warga yang tinggal di perbatasan-Perbatasan Jakarta seperti Ciledug dan Kabupaten Tangerang seperti Benda itu, tidak perlu jauh-jauh datang ke Kelurahan, Kecamatan atau Pemkot Tangerang hanya untuk  membayar PBB, karena di sekitar lingkungan mereka sudah ada loketnya,” kata Herman.

Dan untuk mensosiakisasikan hal tersebut,  kata Ujang Hendra Gunawan, Kepala Seksi PBB Kota Tangerang, pada awal tahun 2016 lalu, pihaknya sudah memasang sepanduk yang tersebar di Kota Tangerang, bahwa para wajib pajak yang akan membayar pajaknya tidak perlu jauh-jauh datang ke Pemda Kota Tangerang, melainkan bisa di kelurahan-kelurahan, kecamatan serta beberapa perumahan.

Bahkan ke depannya, kata Ujang, untuk lebih mempermudah para wajib pajak membayar PBB, pihaknya akan bekerjasama sengan mini market-minimarket yang tersebar di Kota Tangerang, sehingga sambil belanja para wajib pajak itu bisa membayar kewajibannya. “Rencana ini akan direalisasikan pada tahun 2017 nanti,” kata dia.

Selain itu, kata Ujang, pihaknya juga sudah mewacanakan agar pembayaran pajak PBB bisa dilakukan secara online, seperti yang dilakukan di sektor BPHTB. Dimana setiap para wajib pajak tinggal memasukkan nomor obyek pajaknya yang tertera di surat pemberitahuan pajak terutang (SPPT). Begitu print outnya keluar, para wajib pajak bisa membayarnya sendiri ke Bank Jabar (BJB). ” ini masih dalam pembahasan, mudah-mudahan 2017 nanti juga bisa terealisasi,” kata Ujang.

Sementara perolehan dari Sektor BPHTB tahun ini, melebihi target. yaitu Rp 357 miliar dari Rp 315,5 miliar yang ditargetkan. ” kalau BPHTB tahun ini naik, berarti jumlah transaksi atas penjualan atau pembelian rumah di kalangan masyarajat semakin menibgkat,” kata Ujang sembari menambahkan dari 375 ribu wajib pajak PBB sampai saat ini yang belum menyelesaikan kewajibannya tercatat sebanyak 360 orag, baik dari perumahan maupun perusahaan.

Namun demikian, pihaknya sudah mengirimkan surat peringatan kepada para wajib pajak tersebut, Apabila sampai akhir Desember 2016 nanti mereka tetap “membandel” maka akan dikenakan sanksi moral berupa pemasangan stiker atau papan di rumahnya. (CAK)

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed