by

GUBERNUR DIMINTA AMBIL ALIH PLT WALIKOTA LANGSA

abdu

LANGSA  detikperiatiwa.com-Konflik yang terjadi antara tenaga medis dengan direktur RSUD Langsa hingga kini belum redam. Bahkan suasana kerja aparatur pemerintah di RSUD Langsa bagaikan api dalam sekam. Kondisi ini sangat mempengaruhi pelayanan kesehatan terhadap masyarakat.

Dalam hal ini Plt Walikota  Langsa dinilai tidak mampu menciptakan situasi kondusif di RSUD Langsa . Untuk itu sebaiknya Gubernur  Aceh menunjuk plt walikota langsa yg lain menggantikan kamarudddin andala. “Sikap diam Plt Walikota Langsa atas konflik yang terjadi di RSUD Langsa sangat tidak baik bagi kelangsungan pelayanan kesehatan rakyat. Karena itu sebaiknya Gubernur Aceh mengambil alih saja jabatan Plt Walikota Langsa,” demikian dikatakan Direktur Aceh Legal Consul Muslim A Gani SH, Jumat (9/12).

Dikatakannya, Plt Walikota Langsa Kamaruddin Andala sama sekali tidak  mampu  mengemban amanah sebagai kepala daerah di langsa. Hal ini terlihat dengan adanya konflik berkepanjangan di RSUD Langsa antara Direkturnya Dr Syarbaini dengan para tenaga medis.

Harusnya hal ini tidak perlu terjadi berlarut-larut mengingat tugas pokok Plt Walikota Langsa sudah jelas diatur oleh peraturan perundang-undangan. Malah Plt Walikota Langsa terkesan “buang badan” dalam menyikapi konflik tidak kondusifnya suasana kerja di RSUD Langsa dengan cara menyerahkan persoalan itu kepada Pansus DPRK Langsa. Padahal Pansus Dewan untuk RSUD Langsa sama sekali tidak berpengaruh untuk merubah siatuasi kerja yang kondusif di RSUD Langsa.

“Kamaruddin Andala hanya mau buang badan saja karena yang bersangkutan kurang memahami peraturan sehingga mempengaruhi setiap kebijakan yang perlu diambil guna membawa stabilitas dilingkungan kerja aparatur pemerintah daerah di Kota Langsa” Kata Muslim AG yang juga berprofesi  sebagai Pengacara ini.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya,  buruknya hubungan personal antara para tenaga medis dengan Direktur RSUD Langsa dr Syarbaini telah menyebabkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terganggu. Jika kondisi ini dibiarkan berlarut-larut dan tidak segera ditangani secepatnya oleh Plt Walikota Langsa, maka bisa dipastikan akan berdampak buruk.

Kunci utama persoalan yang terjadi di RSUD Langsa  adalah  kehadiran  sosok dr Syarbaini yang baru beberapa bulan menjabat sebagai Direktur Rumah Sakit milik Pemko Langsa. Dr Syarbaini diduga  telah menerapkan system manajemen yang otoriter dan tidak mendidik sehingga menyebabkan terjadinya “pemberontakan” para tenaga medis di RSUD Langsa yang ditandai dengan aksi demo yang digelar beberapa waktu lalu.

“Untuk mengatasi masalah ini sebenarnya gampang saja. Plt Walikota tinggal mencopot Syarbaini dan menunjuk orang lain yang lebih kapabel dan kredibel untuk jabatan Direktur RSUD Langsa. Kan selesai masalah. Apalagi peraturan membenarkan bila Plt Walikota mencopot yang bersangkutan,” Kata Muslim A Gani.(H a muthallib /zal)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed