POLRES MOROTAI RESPON TUDINGAN AKSI MASSA

MOROTAI,BRN-Polres Morotai akhirnya merespon tudingan masa aksi dengan menyebut Polres terindikasi mecegat masyarakat dari Kecamtana Morotai Timur (Mortim) dan Kecamatan Morut yang menumpangi mobil truk yang hendak bergabung dengan masa aksi lainnya, untuk berunjuk rasa di kantor DPRD untuk melengserkan Bupati dari jabatannya dengan menggelar rapat bersama.

Pertemuan yang digelar di kantor Mapolres, Kamis (6/12) dipimpin langsung oleh Kapolres Morotai AKBP Mikael Sitanggang

Kapolres Morotai, AKBP Mikael Sitanggang dalam pertemuan tersebut menjelaskan, bahwa tidak memiliki niat untuk menghalangi masyarakat untuk menggelar unjuk rasa, karena mengampaikan pendapat dimuka umum, sudah menjadi hak bagi seluruh masyarakat yang telah diatur dalam Undang-Undang (UU).

“Selama unjuk rasa dilangsungkan, kami dari kempolisian tidak melakukan sesuatu hal yang merugikan rekan-rekan semua, dan dalam lubuk hati yang dalam kami berharap masa yang berunjuk rasa harus aman saat mengikuti aksi, sejauh ini saat unjuk rasa berlangsung masa tidak beradu argumen dengan petugas. Jadi kami permasalahkan itu supir yang tidak memiliki perlengkapan surat-surat kendaraan, “tukas Kapolres.

Kapolres juga meminta masa aksi yang hadir dalam pertemuan yang berlangsung saat menggelar unjuk rasa, agar tidak memboikot perkantoran karena dapat mengganggu pelayanan terhadap masyarakat.

“Boleh rekan-rekan menyusun tema tentang ASN, tapi jangan di tutup kantor-kantor pemerintahan, “pinta Kapolres.

Hasanudin Seba perwakilan dari masa aksi menyaku atas nama masa aksi yang mengatas namakan Kualisi Masyarakat Morotai Bersatu (KMMB) tergugah apa yang disampaikan Kapolres. Bahkan dirinya mengapresiasi pihak kepolisian yang telah mengawal unjuk rasa yang sudah berlangsung dua minggu terakhir yang berjalan dengan tertib dan lancar.

“Tapi yang kami inginkan bupati harus objektif dalam membuat kebijakan karene bagi kami kesejatra masyarakat Morotai tidak merata dan kami meminta kapolres bisa menyampaiakn kepada Bupati, “kata Hasanudin.

Sementara, Fandi Hi. Latif juga senada dengan Hasanudin. Dirinya juga berharap agar Kapolres dapat sampaikan ke Bupati agar memenui langsung masyarakat yang menggelar unjuk rasa terkait kebijakan yang menjadi polimik.

“Selaku seorang pemimpin harus ditegur, pemimpin itu harus menerima kritiikan untuk dijadikan sebagai bahan evaluasi dalam pengambil kebijakan,” tutup Fandi. “(OJe) “.

No Response

Leave a reply "POLRES MOROTAI RESPON TUDINGAN AKSI MASSA"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.