by

KOTA LANGGANAN BANJIR DI LAMPUNG

banjir-jedah

LAMPUNG,detikperiatiwa.com- Musim hujan seperti saat ini, bencana banjir menjadi ancaman. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca ekstrem akan melanda wilayah di Lampung.
Dalam website BMKG, Jumat (9/12), muncul peringatan dini waspada potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang di Bandar Lampung, Lampung Selatan, Lampung Barat, Pesawaran, Tanggamus, Lampung Utara, Tulangbawang, dan Mesuji pada sore hingga malam hari dalam dua hari ke depan.
Sebagai ibu kota Provinsi Lampung, Kota Bandar Lampung tidak lepas dari ancaman banjir. Setidaknya ada 17 titik banjir di Kota Tapis Berseri yang tersebar di empat kelurahan, yaitu Way Lunik, Panjang; Kalibalok Kencana, Kedamaian; Kaliawi, Tanjungkarang Pusat; dan Pasirgintung, Tanjungkarang Pusat.
Fakta tak terbantahkan, beberapa tahun terakhir banjir kerap melanda beberapa titik di Bandar Lampung. Makin padatnya bangunan perumahan dan gedung turut memicu munculnya banjir lantaran drainase yang buruk. Belum lagi penggerusan bukit menyebabkan minimnya daerah serapan air di kota ini.
Bencana banjir menghantui warga dan membuat resah. Hujan mengguyur Bandar Lampung, Kamis (8/12) lalu, menimbulkan genangan setengah meter di Jalan Ryacudu, Gang Manggis dan Gang Jambu. Banjir kerap melanda setiap hujan deras. Daerah langganan banjir lainnya di Kalibalok atau Kalibalau Kencana.
Andai benar-benar peka terhadap keluhan rakyat, maka banjir yang berulang saat hujan deras sepatutnya menjadi perhatian serius pemerintah setempat. Jika dibiarkan akan menimbulkan kerugian, baik materiel maupun moril. Bangunan menjadi rapuh dan psikologi masyarakat acap ketakutan jika turun hujan.
Pemerintah Kota hendaknya juga lebih teliti memberikan izin mendirikan bangunan yang bisa berdampak pada penyempitan badan sungai. Persyaratan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) dalam mendirikan bangunan juga jangan sekadar syarat formalitas. Tata ruang daerah harus dirancang dengan baik sehingga tidak menimbulkan bencana di kemudian hari.
Jangan jadikan banjir sebagai sahabat yang kedatangannya dianggap wajar saat hujan deras. Pemerintah Kota juga daerah lainnya harus tegas membuat kebijakan menanggulangi banjir. Jangan justru menjadikan banjir sebagai alasan mendapatkan proyek pemerintah yang mengatasnamakan upaya mengatasi banjir. (Lpc/HG)

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed