by

WAKAPOLSEK LANGSA BARAT KOTA LANGSA DITELANTARKAN DI RUSD LANGSA

kapolsek

ACEH LANGSA, derikperistiwa.com– Wakapolsek Langsa Barat IPDA Alfiandy ditolak berobat ke RSUD Langsa , pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Langsa Selasa  (13/12)  siang dengan alasan tidak ada kamar.

Kata, Alfiandy alasan mereka tidak ada kamar Di rumah sakit itu. Setelah 1 jam lebih terlantar di RSUD Langsa Wakapoksek itu dilarikan ke RS Cut Nyak Dhien Langsa untuk pengobatan selanjutnyanya.

Kini Alfiandy terbaring di RSU Cut Nyak Dhien Langsa. Menurutnya  setelah terlantar di RSUD Langsa kondisinya parah dilarikan ke rumah sakit lain.

Alfiandy mengatakan pihaknya sebagai warga negara- berhak mendapatkan pelayanan kesehatan di RSUD manapun. “Ke rumah sakit itu kami berobat bukan minta kamar, ditempatkan dimanapun  tidak ada masasah bagi kami yang penting berobat,” sebutnya

Tapi setelah masuk ke ruang Intalasi Gawat Darurat  (IGD) RSUD Langsa hampir 1 jam diruang  itu tak lama datang seorang dokter, bahkan petugas  jaga mengatakan maaf di RSUD ini tidak ada ruangan untuk nginap

“Kan sama dengan disuruh berobat ke RSUD lain,” ujar Alfiandy dengan nada lemas di tempat tidur di RSU cut nyak Dhien.

“Masak sebesar RSUD itu tidak ada ruangan untuk orang berobat kan sangat lucu sekali rasanya,” ujarnya lagi dengan sedih

Wakil Direktur RSUD Langsa Syamsul yang dihubungi wartawan detikperistiwa.com Selasa  (13/12) sore mengatakan memang benar ada H Alfiandy pasien yang masuk ke IGD RSUD Langsa tadi siang untuk berobat.

Pasien lututnya bengkak tetapi setelah diperiksa dokter jaga di ruang IGD untuk dibawa keruang inap pasien atas mana H Alfiandy. “Namun pasisen  tidak mau lagi, karena sudah terjadi keributan sebelum kami datang keruang IGD tadi siang,” jawabnya di ujung telpon.
“Kami sudah memberikan pelayanan dengan baik untuk siapapun yang ingin berobat ke RSUD Langsa, namun ada juga kekurangannya ini tapi sudah berjuang secara maksimal untuk memberikan pelayanannya,” katanya lagi.

Ketika di tanya selama ini tentang komplik di RSUD itu tidak bersedia memberikan keteengan lebih rinci. Namun pihaknya mengetahui adanya unjuk rasa pasien beberapa hari lalu di ke DPRK Langsa, karena adanya mereka yang tidak puas terhadap pimpinannya ujar Samsul .

Sejumlah sumber di RSUD Langsa kepada wartawan detikperistiwa.com mengatakan banyak kamar yang kosong di RSUD sejak Sabtu lalu tapi memang pelayanan kesehatan sejak terjadi peristiwa demo itu sepertinya di RSUD itu petugas medis tidak kompak lagi mengurus pasien berobat kesitu ujar sebuah sumber di RSUD.

“Dokter dan para medis meminta ketegasan Pj walikota langsa untuk segera mencopot Dr Syarbaini Mkes dari jabatan direktur RSUD sebelum masalah ini muncul lebih besar lagi nantinya,” ujar salah seorang para medis kepada kepada wartawan di pekarangan RSUD langsa. ( H a muthallib).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed