Tak Mampu Kelola PAD, Fraksi PBK Desak Danny Missy Evaluasi Pejabat Eselon II

HALMHERA BARAT – Terkait dengan pernyataan Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) Syahril Abdurajak akan dilakukan evaluasi atau roling pejabat dilingkup Pemkab Halbar, khususnya eselon II yang tak mampu mengelola Pendapat Asli Darah (PAD) pada 2018, terus mendapatkan tanggapan.

Tanggapan kali ini, dari fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Halmahera Barat selaku pengusung kemenangan Bupati Halmahera Barat (Halbar) Danny Missy dan Wakil Bupati Halbar Zakir Mando.

Mereka mendesak Bupati Halbar Danny Missy untuk melakukan evaluasi atau roling diawal 2019 terhadap pimpinan SKPD yang tidak mampu mengenjot Pendapat Asli Darah (PAD) 2018.

“Saya lebih cenderung ke pimpinan SKPD yang tidak mampu menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD), itu harus di evaluasi oleh Bupati dan itu tidak ada toleransi,” tegas Juru Bicara Fraksi PKB Halbar Riswan H. Kadam , Rabu (9/1/2019).

Menurutnya, evaluasi ini terjadi tentunya harus melihat target PAD yang harus di komitmen melalui fakta integritas. Jika para pejabat tersebut tidak dapat memenuhi sebaiknya mundur saja dari pimpinan SKPD

“Saat ini ditengah-tengah kondisi fiskal yang lagi lesuh saat ini tidak ada upaya lain, harus ada satu bahasa satu semangat kita secara bersama-sama mendorong peningkatan PAD,” ujarnya.

Disentil terkait dengan pertanyaan Bupati Halbar dalam roling tahun kemarin bahwa seorang pejabat itu bisa diganti secara sendirinya dengan melihat hasil kinerjanya sendiri, Riswan mengaku pihaknya mendukung statement Bupati Halbar dan itu harus ada penegasan kembali bahwa pimpinan SKPD yang tak mampu mengelola PAD sampai tak capai target harus di evaluasi.

“Kondisi yang ada ini dalam amatan kacamata PKB pada 2018 itu para pimpinan SKPD belum maksimal mengelola PAD dan jika perlu evaluasi kali ini harus ada pejabat yang di nonjob dari jabatan.

(anto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.