by

SEKDA LANGSA NGAKU MUTASI TENAGA MEDIS ATAS PERINTAH SYARBAINI

asugg

LANGSA ACEH, detik peristiwa.com–Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Langsa Syahrul Thaib mengaku mutasi  terhadap 15 tenaga medis atas perintah Direktur RSUD Langsa dr Syarbaini.

“Ya kita diperintah  Syarbaini yang telah mengajukan usulan mutasi beberapa staf rumah sakit untuk dimutasi ke luar RSUD Langsa. Sesuai dengan peraturan yang ada maka saya teken SK mutasi itu. Plt Walikota Langsa Kamaruddin Andala sudah tau hal ini,” demikian diungkapkan Sekda Syahrul Thaib kepada detikperistiwa.com melalui telepon selular, Minggu (18/12) sore.
Katanya, tenaga medis yang dimutasi staf  di RSUD Langsa dan hal ini biasa terjadi di pemerintahan. “Bahkan setelah melalui berbagai proses di Badan Kepegawaian Daerah (BKD), akhirnya SK mutasi itu baru ditanda tangani,” kata Syahrul Thaib.
Ketika disinggung atas perintah siapa mutasi tersebut, tanpa beban dan pikir panjang Syahrul Thaib dengan spontan menjawab mutasi itu atas perintah Direktur RSUD Langsa dr Syarbaini.

sk-mutasi

Anehnya secara kepangkatan dan jabatan, Syahrul Thaib yang notabenenya seorang Sekda lebih tinggi dari dr Syarbaini. Namun nyatanya Syahrul Thaib sukses diperintah Syarbaini untuk memutasi 15 tenaga medis RSUD Langsa.
Salah seorang Pemerhati Pemerintahan yang enggan namanya disebutkan, menilai  Sekda Kota Langsa Syahrul Thaib jelas sedang “buang badan” dengan leluconnya yang konyol terkait SK mutasi tenaga medis RSUD Langsa.

“Mana mungkin seorang Sekda  bisa menerima dan menjalankan perintah dari bawahannya. Ini tidak mungkin terjadi kalau dilihat dari kacamata manapun, kecuali ada konspirasi tertentu dengan menghalalkan segala cara. Karena yang berhak memerintah Sekda hanya Walikota bukan pejabat eselon II,” katanya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sebanyak 15 tenaga medis RSUD Langsa yang dimutasi oleh Pemko Langsa diminta untuk segera melakukan langkah-langkah hukum dengan cara menggugat Pemko Langsa di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Apalagi SK Mutasi yang ditandatangani oleh Sekda Kota Langsa Syahrul Thaib atas nama Walikota, dinilai cacat hukum. Bahkan terkait mutasi tersebut Plt Walikota Langsa Kamaruddin Andala dikabarkan tidak mengetahui proses lahirnya SK mutasi bagi tenaga medis RSUD Langsa.

Direktur Aceh Legal Consult (ALC) Muslim A Gani SH kepada DetikPeristiwa, Sabtu (17/12), mengatakan pihaknya merasa prihatin dengan sikap otoriter dan sewenang-wenang yang sedang dipertontonkan  Pemko Langsa dengan mengeluarkan SK mutasi para tenaga medis  pasca aksi demo yang digelar beberapa waktu lalu terkait konflik internal di RSUD Langsa.

Padahal konflik antara tenaga medis dengan direktur RSUD Langsa dr Syarbaini sedang dalam proses mediasi untuk dicari jalan keluar terbaik. Malah Plt Walikota Langsa Kamaruddin Andala juga sudah turun tangan untuk meredakan konflik yang ada. “Tapi sangat disayangkan tiba-tiba Pemko Langsa mengeluarkan SK mutasi bagi para tenaga medis RSUD Langsa yang dikhawatirkan akan memperuncing konflik yang ada,” katanya.
Menurut Muslim A Gani, tenaga medis RSUD Langsa yang telah dimutasi tidak perlu tinggal diam. Para dokter dan tenaga medis lain yang dimutasi harus segera mengambil upaya hukum untuk membatalkan SK yang diteken oleh Sekda Kota Langsa tersebut.

“Itu sudah jelas SK mutasi nya cacat hukum. Jadi tenaga medis harus segera ambil sikap untuk melakukan gugatan ke PTUN. Kalau digugat ke PTUN gak lama kok prosesnya. Dalam waktu paling tidak 21 hari, proses hukumnya selesai,” demikian Muslim. (ZAL/ H a muthallib)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed