Sengketa dengan TNI, Warga Sanggau Ledo Ancam Pindah ke Malaysia

BENGKAYANG— Puluhan masyarakat perbatasan Indonesia – Malaysia, Pasar Sanggau Ledo, Desa Lembang, Kecamatan Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bengkayang untuk meminta kepastian hukum terkait sengketa tanah seluas 26.547 meter persegi yang selama ini ditempati 108 Kepala Keluarga (KK) di duga tanah tersebut aset milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD).

Ketua Koordinator Lapangan masyarakat Pasar Sangau Ledo, F Sarkawi mengatakan bahwa kedatangan masyarakat ke DPRD Bengkayang bertujuan untuk mencari solusi dan pelindungan hukum, serta meminta agar DPRD dapat menyelesaikan permasalahan sengketa lahan antar masyarakat dan TNI AD.

“Kita juga meminta DPRD Bengkayang dapat memfasilitasi kepastian hukum atas Keputusan Perkara Pengadilan Negeri Bengkayang, nomor 12/Pdt/G/2017, Pengadilan Negeri antara masyarakat dan TNI AD wilayah Komando Distrik Militer (Kodim) 1202/Singkawang. Jelas dalam keputusan yang dikeluarkan oleh Pengadilan Negeri memenangkan masyarakat, ” jelas Sarkawi, pada channel7, Kamis (10/1/2019).

Sarkawi menjelaskan, setelah keluar putusan dari Pengadilan Negeri, pihak Kodim 1202/Singkawang seakan tidak terima dan tidak menghormati proses hukum yang sudah berjalan. Kodim Singkawang justru melayangkan surat peringatan sebanyak tiga kali.

“Dalam hal ini Kodim Singkawang justru mengeluarkan surat selama tiga kali, Kodim Singkawang justru akan melakukan penertiban dan pembongkaran terhadap bangunan yang ada di atas tanah yang disengketakan dan telah dimenangkan oleh masyarakat. Dalam surat tersebut diminta masyarakat segera mengosongkan dan meninggalkan lahan tersebut, paling lambat tanggal 11 Januari 2019, dengan catatan bangunan harus sudah kosong atau akan di ratakan dengan tanah,” terang Sarkawi.

Dengan adanya ancaman tersebut, menurut Sarkawi, warga menilai TNI AD telah bersikap arogan, dan bersikap diskriminasi terhadap masyarakat. Serta tidak menerima hasil putusan dari Pengadilan Negeri.

“Besok batas waktu yang diberikan ke kami, saya rasa wajar jika warga mencurahkan rasa kekesalannya dan berniat Bahkan akan pindah ke Malaysia, jika aspirasi yang disampaikan ke DPRD tidak ditanggapi. Sebab, pihak TNI AD sudah mengeluarkan surat peringatan ketiga, ” kata Sarkawi.

Dikatakan Sarkawi, sejumlah anggota TNI AD wilayah Kodim 1202/Singkawang telah memasang tanda silang setiap rumah warga dengan mengunakan cat warna merah.

“Kesannya TNI AD tidak menerima hasil putusan Pengadilan Negeri yang putusannya berpihak pada masyarakat Sanggau Ledo. Jadi beberapa anggota dari TNI AD datang dan menandai rumah warga dengan cat warna merah. Untuk itu kami meminta agar anggota DPRD, dapat membantu masyarakat, jangan ada lagi arogansi sikap TNI AD kepada kami. Kita warga Sanggau Ledo menginginkan agar kondisi tetap damai,” kata Sarkawi.

Di tempat terpisah, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bengkayang, Yosua Sugara menangapi dengan baik aspirasi masyarakat Sanggau Ledo. Dikatakan Yosua, DPRD akan memfasilitasi agar permasalahannya tersebut cepat selesai.

“Kami akan menyurati Pemerintah Kabupaten Bengkayang dalam hal ini Bupati, supaya permasalahan ini cepat selesai dengan baik, dan tidak ada kesalahpahaman dikemudian hari,” kata Yosua.

Hal senada juga dikatakan anggota Fraksi Hanura DPRD Kabupaten Bengkayang, Badaruddin menegaskan, seharusnya TNI AD tidak berhak melakukan eksekusi rumah warga. Eksekusi itu ada di Kepolisian, yang sesuai dengan keputusan dari Pengadilan Negeri.

“Jika tidak puas hasil putusan Pengadilan Negeri, mestinya melakukan banding. Tidak ada hak TNI melakukan eksekusi. Karena eksekusi itu ada di Kepolisian, sesuai dengan hasil keputusan. Jika TNI melakukan eksekusi jelas itu cacat hukum,” tegas Badaruddin.*/

(Stefaro/Deckie/Channel7)

No Response

Leave a reply "Sengketa dengan TNI, Warga Sanggau Ledo Ancam Pindah ke Malaysia"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.