by

DANA BAJU OLAHRAGA MENIMBULKAN PERTANYAAN

baju-olahraga

BUKITTINGGI, detikperistiwa.com- Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat (Sumbar) sudah berlalu seluruh atlet yang berrestadi telah menerima jasanya dalam bentuk bonus .

Namun dibalik keberhasilan tim Kota Bukittinggi meraih juara II Porprov ke XIV tahun ini muncul gonjang-ganjing masalah pengadaan baju olahraga yang nilainya mencapai  sekitar Rp 450 juta.

Munculnya gonjang-ganjing permasalahan pengadaan baju olahraga  di porprov yang dikelola Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bukittinggi itu, karena tidak dilaksanakannya ddengan sistem tender dengan pagu dana  hampir setenggah milliaran.

Bahkan terkesannya penggadaan baju olahraga tersebut dilaksanakan dengan sistem  Penunjukan Langsung ( PL)  sementara Keppres telah mengatur penggadaan barang dan jasa dengan pagu dana lebih Rp 200 juta harus dilaksanakan dengan sistem tender.

Namun hal ini terkesan dikangkangi pengurus Komite Nasional Olahraga (KONI) Kota Bukittinggi dalam pengadaan baju olahraga hanya dengan sistem PL saja.

Ketika dikonfirmasi dengan  Sekertaris KONI Kota Bukittinggi , Muhammad Hidayat, yang juga bertindak sebagai Pejabat Pelaksana Tekhnis Kegiatan (PPTK)  menjawab pertanyaan wartawan saat dihubungi lewat hand phonenya yang sedang menghadiri rapat persiapan Pacu Kuda Senin (19/12).

M.Hidayat mengakui  penggadaan bju Olah Raga  dilaksanakan ” PL” dengan menunjuk  CV Family Saturday untuk pengadaan baju, jacket dan celana dengan anggaran Rp190 juta dan plus sepatu Rp  200 juta.

Sedangkan untuk prnggadaan Tas plus Topi dengan anggaran Rp 130 juta  yang ditunjuk CV Brillian, penggadaannya sengaja dikeping-keping , hal ini dilakukan  karena waktu mendesak dan untuk dilsksanakan tender hari yang sudah mepet dan proses tender yang cukup memaksakan waktu.

Ditambah lagi anggaran untuk penggadaan baju olah raga tidak ada dianggarkan pada Hibah KONI.

“Sehingga dialokasikan pada perubahan APBD yang disahkan pada bulan Oktober lalu,”  dalih M.Hidayat membetikan uraian keterangan kepada wartawan.

Aturan yang membolehkan dilaksanakannya distem PL, karena sudah dikonsultasikan dengan Unit Layanan Pengadaan (ULP) saat itu madih dijabat Ahmad Fauzi.

Kemudian dikonfirmasi dengan Mantan  Kepala ULP Ahmad Fauzi  saat duduk di warung angin berembus  di Balaikota ia  berkomentar, altetnatif  dari pelaksanaan PL baju Olahraga Porprov yang di kelola  PPTK KONI Muhammad Hidayat, karena anggarannya di KONI Hibah.

“Dana Hibah tersebut tergantung dari pemberi dana  apakah  ada diaturannya dana hibah tersebut pengadaan barang dan jasanya harus ditender,”  jelas Ahmad Fauzi. “Jika tidak ada pemberi dana hibah menyatakan petsyaratannya harus di tender maka KONI dapat melakukannya dengan sistem PL,”  kilah Ahmad Fauzi. (YET)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed