PETANI LAPOR POLISI, APABILA DISTRIBUTOR DAN PENGECER BISNISKAN PUPUK SUBSIDI

By: Rusdianto Samawa, Caleg Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Kabupaten Sumbawa, Nomor Urut 8, Dapil III Meliputi Kec. Tarano, Empang, Plampang, Labangka dan Maronge.

==================

PLAMPANG, SUMBAWA – Upaya cepat yang dilakukan pemerintah adalah kerjasama terintegrasi bersama kelompok tani, rakyat dan paguyuban petani. Kerjasama itu, tentu memberi efek jera terhadap banyak distributor dan pengecer yang bisniskan pupuk subsidi.

Upaya keberanian tindakan melaporkan distributor dan pengecer yang terbukti bisniskan pupuk subsidi merupakan sangat penting, agar tidak menimbulkan kerugian di kalangan petani. Apalagi, petani sudah mulai memasuki musim tanam. Rakyat jangan berikan toleransi dan lakukan pengawasan pupuk agar segera selesai permasalahannya.

Petani jagung di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, mengaku kesulitan memperoleh pupuk bersubsidi, sehingga mengganggu kelancaran usaha taninya: “Petani banyak bertanya ke pengecer dibilang belum ada kiriman. Petani tanya ke distributor dijawab ombak besar mungkin pupuknya masih di Kalimantan Timur.” Itulah jawabannya. Sebaiknya petani bersama stakeholders lain ikut kerjasama melaporkan kepada kepolisian akan persoalan pupuk palsu dan pebisnisan pupuk subsidi.

Harus segera dipikirkan oleh pemerintah, jangan lambat – lambat karena pupuk merupakan penunjang tanaman petani. Karena kebanyakan petani harus dan bahkan terpaksa membeli pupuk bersubsidi hingga ke Pulau Lombok, demi selamatkan tanaman jagung yang sudah waktunya diberikan pupuk.

Selain itu, ketersediaan pupuk bersubsidi tepat waktu masih morat-marit. Sebenarnya bisa menerapkan sistem panca usaha tani, tapi terkendala ketersediaan sarana produksi, khususnya pupuk.

Dalam hitungan data, bahwa penyaluran pupuk urea bersubsidi di Kabupaten Sumbawa, sudah mencapai 14.050 ton atau sebesar 96 persen dari total kuota. Namun, terrealisasi cuma sebesar 30%. Karena faktor banyaknya pupuk palsu dan salahgunakan pupuk subsidi. Adanya kelangkaan pada musim tanam jagung disebabkan habisnya alokasi kuota pupuk bersubsidi jenis urea untuk Kabupaten Sumbawa. Namun, pemerintah pusat sudah memberikan alokasi tambahan dari sebelumnya hanya 16.000 ton naik menjadi 22.500 ton.

Sekarang, sudah punya stok sebanyak 17.000 ton di gudang dan sebanyak 6.000 ton sedang dibongkar di Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat. Dan sebanyak 3.123 ton sudah ada di Sumbawa, untuk memenuhi kebutuhan selama satu bulan ke depan.

Untuk dapat mengatasi masalah berkurangnya produksi jagung Kabupaten Sumbawa Tahun 2018, yang mungkin disebabkan oleh kurangnya subsidi pupuk dari pemerintah pusat. Serta isu mutu bibit yang kurang baik. Maka sebaiknya untuk segera mentertibkan masalah pupuk ini. Maka para petani dan masyarakat umum memberi tuntutan dan.ikut melaporkan tindak pidana bisnis pupuk subsidi dengan melaporkan segera ke kepolisian atau penegak hukum lainnya.[]

No Response

Leave a reply "PETANI LAPOR POLISI, APABILA DISTRIBUTOR DAN PENGECER BISNISKAN PUPUK SUBSIDI"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.