by

WADIR ADM DAN UMUM RSUD LANGSA MUTASI 15 PNS ITU TIDAK SAH

wadr

LANGSA ACEH,  detikperistiwa.com-Wakil Direktur ( Wakil ) Administrasi dan Umum RSUD Langsa Azhar Pandapotan, menilai kalau  mutasi yang dilakukan Direktur RSUD Langsa Syarbaini secara hukum tidak sah.

“Karena 15 PNS mutasi itu dinilai hanya kepentingan Syarbaini. Bukan untuk kepentingan umum, mereka dimutasi, karena demo ke Kantor Wali Kota dan DPRK Langsa, eksesnya lalu direktur melakukan mutasi, berarti direktur tidak bisa menerima kritikan dari bawahannya,”  ujar Azhar kepada detikperistiwa.com Minggu (25/12) siang di Kaoy Kupi Langsa
Lanjutnya, ke 15 PNS ini, tenaga skil di Rumah Sakit Umum Langsa sebagian besar yang dimutasi Direktur itu rata-rata sudah disekolahkan Pemko Langsa . “Jadi sangat heran kita melihat tingkah pimpinan Sepeti koboi  saja. Saya sebagai Wadir di RSUD Langsa, seharusnya diajak dalam kasus mutasi ini dan saya sebagai Wadir ikut serta paraf SK PNS yang dimutasi ke luar RSUD Langsa, namun baru mengetahui setelah keluar SK Pemko Langsa yang ditanda tangani pihak Sekda Langsa, saya jadi kaget mendengarnya,” ujarnya.

Azhar lebih lanjut meminta kepada Pemko Langsa segera mngembalikan ke 15 PNS ke RSUD Langsa kalau pihak direktur tidak segera mengembalikan PNS itu. “Saya akan buat taruhan apakah direktur yang pindah Direktur RSUD Langsa atau saya Wadir yang pindah nanti,”  tantang Azhar.

Pihaknya mengakui sejak masuknya Syarbaini sebagai direktur RSUD sekitar 6 bulan lalu sudah begaduh di rumah sakit pemerintah Kota Langsa. Kalau pihak direktur mau mutasi cari prosedur yang tepat, mungkin setelah adanya penilaian, semuanya bukan sistem otoriter marah-marah lalu mutasikan orang  kalau seperti ini memimpin rumah sakit, tentu sangat kita sayangkan sekali, bakal hancur rumah sakit ini,”  ujar Azhar dengan serius.

Ada beberapa hal yang aneh di SK mutasi PNS keluar di antaranya tidak ada paraf Wadir Bidang ADM dan Umum. Lalu anehnya lagi diusulkan tanggal 5-12-2016 keluar SK tanggal -6-12-2016 . “Sseharusnya  Direktur bilang  dulu, koling don dulu lah jangan ambil sikap ceroboh terhadap mutasi di RSUD Langsa. Kita pelajari dulu apa ada masalah , PNS ini sudah lama bekerja di rumah sakit jadi ada pertimbangan lain, bukan orang baru mereka yang dimutasi ini, mereka tenaga ahli skil, saya heran kok sikapnya aneh saja  Syarbaini,” paparnya.

“Sikap otoriter yang digunakan Ditektur RSUD ini sistem koboi dan sangat kejam sekali, kita melihat sikapnya,” ujar Azhar yang sudah menduduki jabatan Wadir ADM dan Umum lebih 3 tahun.

“Sekarang kita tantang kalau bukan Syarbaini keluar dari RSUD Langsa. Berarti saya harus keluar dari Wadir di situ, mana bisa kita kerja lagi kalau direktur sudah membocorkan dokumen lembaga keluar seperti dokumen penting selama ini dibeberkan ke pers di antaranya dokumen PMI dan ada beberapa dokumen lainnya,” urainya.

“Kan sudah gimana direktur ini membuka aibnya sendiri begitu dokumen dia ambil direktur sama bawahannya besok sudah ada di Media direktur apa macam ini,” sebut Azhar yang sudah lebih 10 tahun bekerja di RSUD langsa yang kariernya terus meroket disitu.

Ada juga kelemahan direktur yang seharusnya mengayomi PNS bukan mutasi,  ini baru 6 bulan sudah pikir pindah PNS, habis PNS ini dipindah  tinggal direktur nanti  dengan Scurity rumah sakit. “ PNS tidak tahan lagi sikap Syarbaini yang pernah tersandung kasus sewaktu direktur RSU Kabupaten Aceh Timur beberapa tahun yang lalu,” ungkapnya.

“Seharusnya bukan sikap otoriter yang dibawa ke RSUD Langsa. tapi contohkan yang terbaik untuk bawahannya, “ pinta Azhar

Ia meminta kepada Pj Walikota Langsa dan DPRK Langsa  jangan melihat kepentingan Syarbaini tetapi lihat kepentingan rumah sakit umum Langsa. “Maka kita minta janji Pak Pj Wali Kota Langsa Kamaruddin Andala pada saat pertemuan tertutup di ruang Rumah Sakit Umum Langsa  tanggal (13/12).

“ Tidak ada mutasi dan semuanya harus kolingdon dulu, baik pimpinan maupun staf kita tunggu hasil pihak terkait inspektorat dan Pansus DPRK yang sedang menjalan tugasnya. Inspektorat saja sampai hari ini belum turun ke rumah sakit kenapa Syarbaini harus usir PNS keluar, artinya mutasi dadakan sikap otoriternya dikedepankan Mantan Kepala Dinas Kesehatan Kota Langsa itu,” paparnya.

“Yang harus diketahui semua pihak SK mutasi dari RSUD ke Pemko Langsa tidak sah, karena tidak ada paraf Wadir baik surat yang dibawa  Syarbaini sendiri maupun
pertinggal surat itu di rumah sakit, sudah hilang jejak surat itu, pertinggal  tidak kelihatan di kantor.” ujar Azhar menutup ketengan nya.

direktur

Sementara itu, Direktur RSUD langsa Dr Syarbaini kepada detikperistiwa.com mengatakan usulan 15 PNS itu keluar dilakukan pada tanggal 5-12-2016 ke Pemko Langsa lalu pada tanggal 6-12-2016 sudah keluar untuk dipindahkan ke beberpa Puskesmas di Pemko langsa.

“Surat itu kita buat di rumah sakit di ruang tata usaha mereka yang buat,” ujar Syarbaini.

Ketika ditanya tentang tidak harmonisnya para pimpinan di rumah sakit umum sejak  Syarbaini dilantik 6 bulan yang lalu pihaknya sedikit diam. Lalu Syarbaini menjawab yang pasti mutasi itu bukan. “Karena PNS itu demo sudah waktunya untuk di mutasi mereka,” ujar Syarbaini.

Sementara itu salah seorang PNS yang dimuatasi ke luar RSUD Langs R Eka kepada wartawan di Kantor DPRK langsa mengtakan sekitar 80 orang yang melakukan demo ke Pemko dan DPRK .

“Tapi yang dimutasi keluar sebanyak 15 orang-karena mereka banyak tau tentang bobroknya Syarbaini yang baru duduk sebagai Direktur RSUD baru 6 bulan lalu,” ujar R eka mengakhiri. ( H A muthallib).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed