by

WALIKOTA PADANG TIDAK SERIUS JADIKAN PADANG WISATA HALAL DUNIA

Oleh : Randa Afrizal Sandra ( Kabid Ideologi Dan Keagamaan Garda NKRI Sumatera Barat).

Perkembangan pariwisata halal dunia semakin pesat. Indonesia pun turut mengembangkan wisata yang ramah muslim ini. Beberapa daerah di jadikan destinasi contoh wisata halal. Salah satunya adalah kota Padang.

Menurut Deputi Menteri Bidang Pemasaran Pariwisata Mancanegara, I Gede Pitana, alasan menjadikan padang sebagai destinasi wisata halal adalah karena sosial budaya serta adat setempat yang mendukung. karena memang sosial budaya dan tradisi di Padang ini sudah mengarah seperti itu. Adat yang khas dari Sumatera Barat ditambah agama yang kuat kedua-duanya berpadu,”

Seperti diketahui, konsep wisata halal kini mulai gencar dikampanyekan di Sumatra Barat. Negeri Minangkabau semakin berbenah dengan berbagai fasilitas penunjang industri pariwisata halal, termasuk tersedianya hotel yang bernuansa syariah, tempat ibadah yang nyaman, hingga tersedianya sentra-sentra kuliner halal yang memuaskan lidah.

Sama-sama kita ketahui bahwasanya Sumatra barat
Meraih dua penghargaan dari The World Halal Tourism Award 2016. Terdiri dari dua kategori umum yaitu World’s Best Halal Destination dan World’s Best Halal Culinary Destination.

Seluruh masyarakat Sumatra barat tentunya sangat bangga akan penghargaan berkelas dunia tersebut,akan tetapi seiring berjalannya waktu Selasa sore tanggal 29 Januari 2019 satpol PP kota Padang,dinas kesehatan dan dinas perdagangan mengamankan daging babi pada dagangan sate disimpang haru.

Sontak saja kota Padang digemparkan dengan penggrebekan pedagang sate KMS B yang positif menggunakan daging babi tersebut, padahal pedagang tersebut sudah memiliki pelanggan yang sangat banyak, berdasarkan uji laboratorium memang benar sate tersebut positif menggunakan daging babi, Sontak saja hal ini menggemparkan masyarakat kota Padang dan cukup viral dikalangan netizen.

Secara tidak langsung penggrebekan ini menampar pemko Padang yang selama ini menggalakkan destinasi wisata halal, seperti yang saya uraikan diatas bahwa salah satunya adalah wisata kuliner halal, Pemko Padang tidak serius dalam menjadikan kota Padang destinasi wisata halal terbukti dengan adanya pedagang sate yang menggunakan daging babi tersebut padahal kota Padang adalah masyarakat dengan mayoritas muslim dan tidak mengkonsumsi daging babi.

Dalam hal ini pemko lalai karena pedagang tersebut sudah satu tahun terakhir menggunakan daging babi untuk dagangan satenya, kemana dinas kesehatan, dinas perdagangan dan dinas terkait lainnya selama ini kenapa baru ada laporan masyarakat baru diproses, harusnya Tampa adanya laporan masyarakat dinas terkait harus melakukan sidak ke sejumlah tempat. masyarakat tentu bangga dengan penghargaan yang diterima Sumatra barat dalam kancah dunia dalam bidang wisata halal dunia tersebut tapi apalah gunanya penghargaan berkelas dunia sementara bukti dan kenyataan di lapangan tidak sesuai dengan harapan dan meresahkan masyarakat.

pemko Padang harus mengintrospeksi diri dan berbenah kembali dalam menjadikan Sumatra barat pada umumnya serta kota Padang pada khususnya untuk menjadi destinasi wisata halal dunia,kalau tidak bisa saja penghargaan wisata halal dunia tersebut dicabut akibat ketidak seriusan pemko Padang pengawasan terhadap kuliner Dikota Padang.

Berdasarkan berita dari beberapa media online bahwa daging babi tersebut tidak hanya dijual kepada pedagang sate KMS B akan tetapi masih ada dititik lain Dikota Padang, maka sangat diharapkan kepada walikota Padang memerintahkan kepada bawahannya agar secepatnya melakukan tindakan untuk menangkap pedagang lain yang menipu konsumen dengan menggunakan daging babi, agar masyarakat tidak was-was dan takut dalam menikmati jajanan kuliner yang ada Dikota Padang.

Maka dari itu penulis menyarankan agar pemko Padang melalui dinas terkait melakukan sertifikasi dan pengecekan terhadap pedagang kuliner yang ada Dikota Padang agar masyarakat tidak lagi merasa gelisah dalam menikmati jajanan kuliner di kota Padang dan pedagang tidak merasakan dirugikan aka penggunaan daging babi ini jangan gara-gara satu orang seluruh pedagang kuliner terutama pedagang sate mendapatkan imbas dari penggunaan daging babi pada masakan sate yang membuat tempat usahanya sepi apalagi sate Padang sudah dikenal sebagai masakan khas sumatera barat dan sangat kita takutkan bersama akan mempengaruhi kedatangan pelancong kekota Padang.

Terakhir mari sama-sama kita dukung agar walikota lebih tegas,berani, tetap komitmen untuk melaksanakan amanah yang diberikan dan diterimanya, agar masyarakat kota Padang lebih nyaman dalam beraktivitas sehari-hari.”(PR)”.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed