by

WARGA RESAH ABU URUKAN TANAH BERDEBU DI JALANAN

ngepul

SERANG detikperistiwa.com–-Warga Desa Parigi, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, merasa sangat diresahkan dengan adanya kegiatan truck yang lalu-lalang untuk mengangkut urukan tanah milik warga tepatnya di Samping Kantor Polsek Cikande.

 

“ Wah nyusain bangat pak, kita resah bangat tengok jualan kita pada kotor semua, habis ngepul sih, debunya masuk sampai ke rumah,” kata warga Parigi Rudi yang berprofesi sebagai tukang jual helmet  di sepanjang jalan Raya Cikande-Serang.

 

Dirinya meminta kepada pemerintah desa Parigi atau pihak Polsek Cikande, menertibakannya, sebab abunya masuk ke rumah warga. “ Maunya ditertibkan begitu, ya boleh saja buat rumah  atau bangunan apapun. Tapi jangan menganggu orang donk,” ungkapnya sambil membersih-bersihkan helmet jualannya.

 

Masih di lingkungan  yang sama, Andi (43) saat itu, secara kebetulan melintas dari arah Kota Serang menuju Kota Tangerang, dirinya mengaku sangat terganggu dengan tanah yang jatuh dari truck tersebut ke jalan, karena debu banyak, bahkan karena memakai kenderaan sepertinya bisa terhirup.

 

“ Mata perih pak, ni tengok muka saya udah pada itam-itam gara debu itu,  nafas sesak, karena menghirup udaranya, ya kalau bisa pihak berwenang memberikan teguranlah,” ucapnya.

 

Ketika awak media mencoba mengkonfirmasi kepada orang yang mengawasi pekerjaan itu yang tidak mau menyebutkan namanya,  sambil menutup mulutnya pakai masker menjawab kalau penimbunan tanah pada bangunan tersebut milik pribadi.

 

“ Ini untuk membangun ruko, ya ini bangunan nanti untuk milik pribadi,” seraya menjauhkan pandangannya dari awak media.

 

Dari pantauan awak media, Jalan Raya Cikande-Serang yang berdebu sekitar 4 KM, selain berdebu ada juga bongkahan-bongkahan tanah jatuh kejalan, membuat pengendera  khusunya, sepeda motor harus waspada dan hati-hati.   (dra)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed