BAGIAN II: TARANOGRAFI RUSDIANTO

No comment 64 views

“Terpanggil Karena Nasib Rakyat, Terpilih Karena Amanat Rakyat” (Rusdianto Samawa, Lombok 18 Juli 2018)

Oleh: Umar Hasan, Peneliti Global Base Review (GBR)

==================

Tulisan ini kelanjutan dari tulisan sebelumnya tentang Rusdianto yang berjudul TARANOGRAFI RUSDIANTO bagian I (satu). Sebelumnya berisi pemikiran dan profile Rusdianto. Kali dari persfektif orang lain mengenai Rusdianto sendiri.

Menurut Muhamad Salahuddin, mantan Ketua DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah ungkapkan: “suara lantangnya, tentu saja membuat banyak mata tertuju padanya. Membuat semua pihak melirik padanya, salah satunya mau dihukum oleh pemerintah. Padahal, itu bentuk kepedulian anak bangsa demi kebaikan pemerintah itu sendiri.”

“Jika pemerintah mau menggunakan mata kebijakasanaan, harusnya pemerintah bersyukur karena masih ada masyarakat yang mengkritisi kebijakannya atau boleh disebut peduli terhadap pemerintah sebagai mitra yang baik untuk meluruskan yang salah, bukan yang selalu memuji apa lagi menutup mulut terhadap setiap kesalahan yang ada.”

Rusdianto berperan melakukan koreksi mewakili komponen masyarakat untuk memperbaiki setiap kebijakan yang salah arah. Begitu pula pada sisi titik balik yang dialami oleh Rusdianto. Penekanan pemerintah terlalu refresif dan tidak memberi ruang yang cukup untuk beradu argumen soal konsep. Sala satu contoh: sikap yang ditunjukkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan yang kriminalisasikan Rusdianto hanya soal kritik kebijakan. Sungguh miris dan tak punya akal sehat zaman Rezim Jokowi.

Sesungguhnya,.Rusdianto sendiri telah memulai dedikasinya dan peduli untuk sebuah kebenaran. Rusdianto selama ini, tentunya tidak pernah bercita-cita sembunyi atas kekurangan atau kesalahan.


Menurut Muhammad Bachtiar Kusumawangsa seorang Dosen Universitas Ibnu Chaldun Jakarta, bahwa Rusdianto merupakan kaum muda harapan rakyat. Tentu Bachtiar ungkapan.seperti itu tidak kosong. Bachtiar: pada 29 Januari 2019, Rusdianto sendiri memberikan sisa bukunya berjudul: “Kepemimpinan Kaum Muda untuk Welfare State.” Ini karya perdana seorang Rusdi tahun 2008.

Menurut Bachtiar bahwa proses membaca percikan pemikiran Rusdianto, terpancar dalam tindakan dan sikapnya yang membela rakyat: kaum tani, pekerja dan nelayan. Rusdianto cocok menjadi perantara (penyambung) suara rakyat, karena kritiknya sungguh tajam dan tak kenal takut. Rusdianto, sangat cocok menjadi “Legis” (bicara) di sebuah parlemen DPR sebagai pemantik keinginan rakyat yang selama ini tersumbat. Karena yang disampaikan itu sangat: lugas, bernas dan berisi.

Rusdianto dipandang penuh imajinasi bahwa ia akan mampu melakukan perubahan dalam dirinya maupun masyarakat. Rusdianto ingin seluruh sektor yang bisa dibagi kepada rakyat dan pengelolaan dibawah kendali negara, harus mencerminkan kesejahteraan yang bisa dirasakan langsung.

Sementara itu, Hatta Taliwang, aktivis senior sempat memberi testimoni tentang kejujurannya melihat sosok Rusdianto. Menurutnya Rusdianto itu lucu dan sekali-kali serius. Karena, Rusdianto itu S2-nya Komunikasi Politik, sama dengan Hatta Taliwang, tetapi keahliannya soalnya nelayan, petani dan sosial kemanusiaan. Ini sungguh luar biasa. Komunikasi Politiknya kurang terasa sebagai ilmu terapan yang pernah Rusdianto pelajari. Hatta Taliwang sering kritik cara Rusdianto berkomunikasi. Tapi menurutnya, tetap saja seperti yang lalu-lalu.

Rusdianto telah menjadi dirinya sendiri. Soekarno juga Ir, tetapi jalan hidupnya hanya sedikit sebagai Insinyur. Rusdianto peduli nelayan bukan karena mau jadi caleg, sebagaimana banyak kata orang. Jauh sebelum itu, Rusdianto sudah bertarung dalam isu nelayan, petani, buruh, pemberdayaan dan tenaga kerja. Sampai perang dengan Ibu Susi Pudjiastuti Menteri Kelautan dan Perikanan Ri. Rusdi pun tak peduli mau dihukum. Tetap saja melawan. Itulah karajter keras Rusdianto untuk perjuangkan nasib rakyat, tak peduli hukum dan refresifitas politik rezim kekuasaan.

Banyak masyarakat bangga dengan kecerdasan, nyali dan komitmen serta kejujuran Rusdianto. Tentu Rusdianto salah satu aset Sumbawa yang harus dijaga dan terus di dukung. Soal kurang-kurangnya, yuk kita koreksi bersama dan ingatkan.

Rusdianto sendiri masih muda dan progresif, rakyat bangga dengan Rusdianto. Bicara dan berkarya nyata. Semoga Rusdianto tetap jujur, lurus hatinya demi membela rakyat.


Selain itu, pandangan baik dan positif datang dari kalangan professional murni, yakni seorang Indra Joe atau nama lengkapnya Indra Kusuma, bahwa seratus porsen, rakyat support atas apapun dedikasi Rusdianto yang selama ini membela rakyat.

Menurutnya, semoga nanti selanjutnya bisa ke DPR RI gantikan Fahri Hamsah, karena Indra Joe berharap seperti itu karena belum pernah lihat putra Sumbawa yang berani lawan Ibu Menteri Kelautan dan Perikanan di Pengadilan selain Rusdianto sendiri.

Menurut Indra Joe: kalau Sumbawa mau berubah dan cerdas masyarakatnya, maka pilihan murni untuk melakukan itu adalah Rusdianto. Selain itu, Indra Joe juga memberikan rekomendasikan menjadi wakil Rakyat. Bukan sekedar mau mencari gaji besar atau kecil yang tidak setimpal dengan sumbangsihnya ke daerah saat ini.

Pengabdian besar Rusdianto melalui advokasi, pemberdayaan dan perhatikan nasib rakyat sudah banyak terbukti. Rugi rakyat Sumbawa tidak memilih Rusdianto. Karena saat ini banyak calon wakil rakyat plangak plongok tidak mengerti apa-apa.

Sepak terjangnya Rusdianto, sejak Aktifis mahasiswa hingga sekarang melakukan berbagai aktivitas pembelaan kepada rakyat. Dirasa sangat pantas Bung Rusdianto untuk dipilih sebagai wakil Rakyat.

======

Dari analisis berbagai pendapat diatas tentang Rusdianto itu dengan segala piranti pemikiran, visi dan gerakannya. Apalagi keinginan besarnya menjadi DPR dapatlah terwujud. Sudah tentu akan terpercikkan leadership yang berdasarkan: Model Institusional, Model Residual, Model Korporasi. Semoga model ini menjadi harapan kedepan sebagai jalan pemikirannya Rusdianto dalam menuntaskan seluruh masalah kerakyatan.

Banyak masyarakat berpendapat bahwa ucapan rasa syukur karena Rusdianto telah berhasil mengajak para nelayan, petani dan para pekerja untuk sama-sama perjuangkan nasib mereka. Karena bagi Rusdianto sendiri, bahwa apa yang diikhtiarkan atau yang disuarakan melalui Front Nelayan Indonesia (FNI) tersebut, merupakan sebuah kado terindah untuk para nelayan. Para nelayan harus bersyukur karena masih ada yang memperjuangkan hak mereka ditengah kegelapan kebijakan pemerintah saat ini.

Bukan hal yang sulit bagi kita untuk menyebutkan Rusdianto sebagai pejuang nelayan yang sangat kita banggakan. Bukan hal susah bagi kita mendukung Rusdianto. Bukan juga hal yang berat bagi kita untuk mendo’akan Rusdianto agar tetap tegar dan kuat menghadapi proses apapun, ketika pemerintah dan negara melakukan kriminalisasi terhadapnya.

Terus berjuang Rusdianto, yakin dan percaya bahwa setiap ikhtiar yang baik selalu berefek baik, sekarang ataupun nanti itu hanya soal waktu. Kami tetap menjadi bagian perjuangan terutama dalam meja peradilan hukum atas refresifitas negara dan rezim pemerintahan. Semoga dengan perjuangan seperti ini membuat semakin yakin keadilan datang dari Allah SWT.[]

No Response

Leave a reply "BAGIAN II: TARANOGRAFI RUSDIANTO"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.