Penghubung Antar Desa Ambruk, Warga Harus Memutar 3 Km

LUWU TIMUR – Intensitas hujan yang cukup deras  pada malam (13/2/2019) malam, plat dekker, jalan penghubung antara Desa Sindu Agung Desa Teromu dan termasuk satu-satunya akses jalan tani menuju area persawahan warga, di Dusun Kalaena Baru, Desa Sindu Agung, Kecamatan Mangkutana, Kabupaten Luwu Timur, ambruk.

Putusnya jalan penghubung antar desa tersebut menyebabkan tidak bisa dilalui pejalan kaki ataupun kendaraan sehingga warga yang ingin berkunjung untuk melakukan kegiatan sehari, harus mencari jalan alternatif dengan memutar sejauh 3 km.

Rusaknya plat dekker ini, juga diduga karena mobil pengangkut material pasir, yang lalu lalang dari tambang galian C milik Pak Slamet yang berlokasi di Desa Teromu.

Menurut pengakuan warga setempat, plat dekker penghubung itu sudah sejak 40 tahun lalu dibangun dan menjadi jalur penghubung antara dua desa.

“Dengan adanya plat dekker yang Ambruk, ya kalau mau ke sawah harus memutar dulu lewat luar, ya jauhnya lumayan kira kira 3 kilometer,” ujar salah TN salah seorang warga yang ada di lokasi.

Jembatan ini sambungnya, juga merupakan akses satu-satunya agar warga Desa Sindu Agung atau sebaliknya warga Desa Teromu yang ingin ke arah Kalaena Kiri untuk akses tercepat.

Warga yang sempat lewat mengaku sangat kebingungan untuk menuju sekitar persawahan tempatnya bertani karena tempat tinggalnya berada di Desa Sindu Agung.

“Saya sebagai warga berharap, Pemerintah, Kabupaten Luwu Timur melalui dinas terkait segera memperbaiki ,” katanya.

Sementara itu Serda Sukrin, Babinsa Koramil 1403/14 Mangkutana, mengaku sudah menyampaikan putusnya jembatan tersebut ke pemerintah desa.

“Sudah saya sampaikan, tapi mungkin masih menunggu kapan ada perbaikan, tapi kami berharap secepatnya,” katanya.

Kepala Desa Sindu Agung di konfirmasi Via ponsel, mengungkapkan plat dekker penghubung antara dua Desa Sindu Agung dan Desa tetangga yakni Desa Teromu kondisi ambruk dan tak dapat di lalui warga maupun kendaraan.

Sebab, semua kondisi tersebut terjadi tidak bukan hanya karena ruas jalan belum diaspal, dikarenakan setiap harinya jalan tersebut dilalui kendaraan pengangkut material galian C, yang melintas lalu lalang.

”Kita bersama warga sudah sering kami peringati ,tapi setiap harinya aktivitas kendaraan pengangkut matetial milik pak Slamet yang melintas lalu lalang, kendaraan tersebut hanya memakai jalan ini, lama-lama ambruk himbasnya dan membuat warga menjadi kesusahan,” terang Kades.

Lebih jauh, sambung M. Aris, menegaskan bahwa dengan sekarang kondisi terjadi, dirinnya warga tidak bisa berbuat banyak, melainkan terus melakukan pemantauan kondisi warga masyarakat agar semua kendala bisa dicarikan solusinya.

“Bukan hanya jalan saja menjadi semakin rusak, kendaraan milik perusahaan yang melintas terkadang mengakibatkan fasilitas lain seperti hal plat dekker memang sudah tidak layak,tapi dipaksa dilintasi akhirnya”, bebernya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola tambang galian C yang ada di Desa Teromu, mengangkut beberapa rek material, yang rencana untuk menutup plat dekker yang ambruk

.(in1***)

No Response

Leave a reply "Penghubung Antar Desa Ambruk, Warga Harus Memutar 3 Km"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.