by

WARGA PERTANYAKAN DANA DESA, KADES SIAP DIPANGGIL

MUSI RAWAS-Dana Desa adalah dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang diperuntukkan bagi Desa yang ditransfer melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah kabupaten/kota dan digunakan untuk mendanai penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan dan pemberdayaan masyarakat.

Oleh karena itu, Dana Desa tidak boleh digunakan asal-asalan atau untuk kegiatan yang tidak menguntungkan pengembangan Desa.

Dana Desa harus sesuai atau selaras dengan RPJMDes dan RKPDes. Dalam Permendes Nomor 5 Tahun 2015 disebutkan bahwa prioritas penggunaan Dana Desa untuk pembangunan Desa harus memenuhi empat prioritas utama.

Ke empat prioritas utama penggunaan Dana Desa yaitu pemenuhan kebutuhan dasar, pembangunan sarana dan prasarana Desa, pengembangan potensi ekonomi lokal dan pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan secara berkelanjutan.

Namun lain, halnya di Desa SP 9 HTI Harapan Makmur yang diduga tidak terserap sesuai dengan yang telah ditetapkan, bahkan disinyalir diselewengkan.

Pasalnya, berdasarkan pantauan, Minggu (10/2/2019) terlihat bangunan yang tidak memiliki keterangan papan merek atau prasasti dan sudah hancur.

Bahkan ada bangunan yang belum selesai, seperti bangunan gedung paud hanya terlihat terbengkalai, MCK yang sudah mulai hancur, drainase yang ketebalannya sekitar 10 cm sudah hancur.

Selain dari itu gorong-gorong 6 titik yang sudah mulai hancur dan selain itu tak terlihat lagi adanya bangunan

Semwntara itu memurut salah satu warga di desa harapan makmur saat dibincangi ND di kediamannya, kalau menurut dia dan beberapa masyarakat di sini bangunan di desa ini sangat tidak jelas.

“Karena pada tahun 2016 lalu, mengenai pengelolaan dana desa di sini sudah kami laporkan bahkan sampai ke polda,” katanya

“Setelah itu kami melapor itu kamibmendapat info bahwa kades tersebut sudah mengembalikan uang kepada pihak inspetorat, ” ungkapnya.

Di samping itu, lanjutnya, di tahun 2017 lalu , kades cuma membangun beberpa bangunan, salah satunya bangunan drainase berikut dengan berikut gorong-gorong.

“Semua bangunan tersebut tidak melibatkan masyarakat di desa harapan Makmur ini dia mengambil tukang sendiri,” kata dia lagi.

Tambahnya, kamudian di tahun 2018 ini kades membangun MCK kini sudah mulai ambruk dan di bangunan tersebut tidak terlihat ketransparannya.

Kemudian di lanjutkan lagi dengan pembangunan gedung PAUD, hasil yang sama tidak selesai dan tak ada papan angaran dan prasati, bahkan, lanjutnya sampai sekarang gedung PAUD tersebut hanya terbengkalai.

“Setahu saja kalau bangunan belum selesai bagaimana waktu 100% nya dan pengurusan SPJ nya, ” beber ND berserta timbangannya

Saat konfirmasi Kades Harapan Makmur Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan melalui Ponselnya.

M .Rozi menjelaskannya kalau bangunanan di desanya itu sudah memenuhi aturan dan sudah sesuai dalam aturan.

“Untuk masyarakat ya saya libatkan tapi tidak seluruh, kalau mengenai laporan masyarakat biasa itu pro dan kontra, apalagi saya sekarang seorang kades,” kata dia.

Lanjutnya, kemudian kalau soal prasasti semua ada cuma belum dipasang , mengenai gedung PAUD itu memang belum selesai tapi semua sudah siap tinggal cat dan pemasangan jendela, pintu saja, hanya tukang nya lagi mengerjakan rumah orang dulu.

“Kemudian kalau untuk pengelolaan dana desa saya sampai dilaporkan oleh masyarakat atau pihak lembaga ke penegak hukum itu belum pernah,” sambungnya.

“Apalagi saya sampai dipanggil oleh penegak hukum Kajari atau Polda, Polres dan Kejati, itu belum pernah apabila saya dipanggil oleh penegak hukum terkait pengunaan dana desa, saya siap asal sesuai dengan aturan apalagi saya seorang pemimpin,” bebernya.

(Andika Saputra)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed